Kemensos Salurkan Santunan Rp15 Juta bagi Ahli Waris Korban Bencana di NTT

2 hours ago 7
Kemensos Salurkan Santunan Rp15 Juta bagi Ahli Waris Korban Bencana di NTT Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, menyerahkan santunan kepada korban gempa flores, Rabu (16/9/2026).(MI/Marianus Marselus)

KEMENTERIAN Sosial menyalurkan santunan sebesar Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Santunan tersebut diserahkan dalam kegiatan sosial yang digelar Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, bersama sejumlah organisasi sosial di NTT, Rabu (16/9) di Labuan Bajo.

Fatma mengatakan, santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia merupakan bagian dari program bantuan Kementerian Sosial yang berlaku secara nasional.

“Untuk yang meninggal dunia, kita berikan santunan kepada keluarganya, ahli warisnya, sebesar Rp15 juta. Untuk yang luka berat mendapatkan bantuan Rp5 juta. Memang ini program untuk seluruh Indonesia,” kata Fatma.

Menurut Fatma, penyaluran bantuan tersebut menyasar warga terdampak gempa bumi, banjir, dan kebakaran di sejumlah wilayah NTT, termasuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis dengan melibatkan unsur pemerintah daerah. Sementara itu, bantuan lainnya disalurkan secara langsung kepada penerima manfaat.

“Kita serahkan kepada staf ahli, kemudian bupati, kemudian kepala dinas sosial. Untuk yang lain-lainnya, kita serahkan sendiri,” ujarnya.

Sasar 400 Penerima Manfaat

Selain santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka berat, kegiatan sosial tersebut juga menyasar sekitar 400 penerima manfaat.
Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, santunan, serta sejumlah hadiah bagi anak-anak penyintas bencana.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi sosial, antara lain Palapa, Rotary, Wonderful, Sahabat Kartini, Lovely, Lamahu, dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

Fatma mengatakan, bantuan juga diberikan kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, anak yatim, dan lanjut usia.

“Kemensos memiliki ranah untuk kelompok rentan, seperti anak yatim, penyandang disabilitas, lansia, masyarakat terlantar, dan sebagainya,” katanya.

Trauma Healing bagi Anak-Anak

Selain itu, anak-anak penyintas bencana juga mendapatkan pendampingan psikososial melalui kegiatan trauma healing.

Fatma berharap kegiatan tersebut dapat membantu anak-anak melewati pengalaman sulit akibat bencana yang mereka alami.

“Harapan saya dan ibu-ibu tentunya supaya anak-anak tidak terus mengingat kejadian-kejadian yang kemarin. Saya lihat tadi anak-anak sangat gembira sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Palapa, Hesty Andika Perkasa mengatakan penyaluran bantuan kepada penyintas bencana tetap dilakukan oleh tim di lapangan.

“Kami ke sini hanya hari ini secara simbolis, tetapi setiap hari teman-teman kita di lapangan tetap membagikan bantuan yang kami bawa,” kata Hesty.

Ia berharap bantuan dan perhatian tersebut dapat memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana selama masa pemulihan. (MM/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |