Kelelahan Kerja tak Muncul Tiba-Tiba

2 hours ago 7
Kelelahan Kerja tak Muncul Tiba-Tiba Perusahaan dinilai perlu mendeteksi gejala kelelahan di lingkungan kerja lebih dini sebelum berkembang menjadi burnout.(Dok. MI)

Perusahaan dinilai perlu mendeteksi gejala kelelahan di lingkungan kerja lebih dini sebelum berkembang menjadi burnout dan mendorong karyawan meninggalkan organisasi.

Director of Strategic & Advisory KTM Solutions, Ivan Ahda, mengatakan burnout tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara bertahap akibat berbagai kondisi yang terbentuk dalam lingkungan dan pola kerja.

“Ketika burnout terus berulang, mungkin yang perlu kita lihat bukan lagi hanya individunya, tetapi juga lingkungan dan cara kerja yang membentuk keseharian mereka. Di situlah wellbeing perlu bergeser dari sekadar personal wellbeing menjadi tanggung jawab organisasi,” kata Ivan dalam Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, kemarin.

Menurut dia, penanganan burnout selama ini kerap menitikberatkan pada kemampuan individu dalam mengelola stres, meningkatkan resiliensi, dan menjaga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan atau work-life balance.

Namun, pendekatan tersebut dinilai belum cukup apabila faktor yang memicu kelelahan justru berasal dari sistem, lingkungan, ataupun pola kerja di dalam organisasi.

Ivan mengatakan, perusahaan perlu mengidentifikasi berbagai kondisi yang memengaruhi kesejahteraan karyawan agar langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum kelelahan berkembang dan berdampak terhadap karyawan maupun keberlangsungan organisasi.

Isu tersebut dibahas KTM Solutions melalui sesi bertajuk The Burnout Audit: Detecting Organizational Fatigue Before Turnover Occurs dalam IHCBS 2026 yang berlangsung pada 15-16 September 2026.

Dalam forum tersebut, KTM Solutions juga mengenalkan pendekatan Career Well-being (CWB) untuk melihat kondisi kesejahteraan seseorang dalam perjalanan kariernya.

Pendekatan itu mencakup lima dimensi, yakni kesejahteraan sosial, psikologis, lingkungan, fisik, dan finansial.

Pengunjung IHCBS 2026 dapat mengikuti CWB Assessment untuk memperoleh gambaran kondisi career well-being berdasarkan lima dimensi tersebut.

KTM Solutions menilai perhatian terhadap career well-being diperlukan agar organisasi tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kontribusi karyawan secara berkelanjutan. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |