Akses Wisata Bromo Ditutup imbas Karhutla, Omzet Pelaku Usaha Anjlok hingga 70 Persen

1 day ago 1
Akses Wisata Bromo Ditutup imbas Karhutla, Omzet Pelaku Usaha Anjlok hingga 70 Persen Pintu masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.(Metro TV/Rudi Ulhaq)

PENUTUPAN empat pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8) mulai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di sekitar kawasan. Sejumlah pedagang dan pemilik penginapan melaporkan penurunan pendapatan akibat berkurangnya kunjungan wisatawan.

Kebijakan penutupan akses tersebut diberlakukan setelah kebakaran melanda kawasan savana Bromo pada Sabtu malam. Api kemudian meluas hingga mencapai area Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) serta Lembah Watangan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap keselamatan pengunjung, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memutuskan untuk menutup sementara seluruh akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo.

Selain untuk melindungi wisatawan, penutupan akses juga dilakukan agar tim gabungan dapat lebih leluasa menjalankan proses pemadaman serta penanganan kebakaran di sejumlah titik terdampak.

Aktivitas Ekonomi di Pintu Masuk Bromo Menurun

Memasuki hari kedua setelah penutupan, dampak kebijakan tersebut mulai terlihat pada aktivitas usaha masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan.

Salah satu lokasi yang terdampak berada di pintu masuk Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo. Area yang biasanya ramai oleh wisatawan kini tampak jauh lebih lengang. Hanya beberapa pengunjung yang terlihat berada di sekitar lokasi.

Sepinya kawasan tersebut turut berimbas pada pedagang makanan dan minuman ringan. Widya, salah seorang pedagang di sekitar pintu masuk Cemoro Lawang, menyebut pendapatannya merosot tajam sejak akses menuju kawasan wisata ditutup.

Ia memperkirakan omzet hariannya turun sekitar 70 persen dibandingkan kondisi pada hari-hari normal.

Penurunan pendapatan tersebut membuat Widya mempertimbangkan untuk menghentikan sementara kegiatan berjualan selama kawasan Bromo masih ditutup. Untuk sementara, ia memilih memanfaatkan waktunya dengan bekerja di ladang dan menanam sayuran.

Hunian Homestay Bromo Ikut Terdampak

Bukan hanya pedagang yang merasakan dampak penutupan akses wisata. Usaha penginapan di kawasan Bromo juga mengalami penurunan tingkat hunian.

Supoyo, pemilik salah satu homestay di kawasan Bromo, mengatakan jumlah kamar yang terisi berkurang setelah akses wisata ditutup.

Dari 20 kamar yang tersedia, saat ini hanya sekitar separuh atau 10 kamar yang masih dihuni wisatawan. Sementara itu, 10 kamar lainnya mengalami pembatalan dari wisatawan yang sebelumnya telah melakukan reservasi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penutupan sementara kawasan wisata Bromo tidak hanya memengaruhi aktivitas pariwisata, tetapi juga berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada kunjungan wisatawan.

Pelaku Wisata Berharap Bromo Segera Dibuka Kembali

Para pelaku usaha di sekitar Bromo berharap proses pemadaman kebakaran dapat segera dituntaskan. Mereka juga berharap akses menuju kawasan wisata dapat kembali dibuka setelah kondisi dinyatakan aman.

Pembukaan kembali akses wisata dinilai penting agar arus kunjungan wisatawan kembali normal dan roda perekonomian masyarakat di sekitar Gunung Bromo dapat berjalan seperti sebelumnya. (Metro TV/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |