Pelatih Arsenal Mikel Arteta(Glyn KIRK/AFP)
PELATIH Arsenal Mikel Arteta menilai kehadiran Bruno Guimaraes dapat memberikan warna berbeda bagi lini tengah The Gunners. Gelandang asal Brasil itu diyakini membawa karakter, kepemimpinan, dan kualitas yang dibutuhkan Arsenal untuk mempertahankan gelar Liga Primer Inggris.
Guimaraes diperkenalkan kepada suporter Arsenal menjelang laga uji coba melawan Borussia Dortmund di Stadion Emirates, Minggu (9/8). Ia bergabung setelah Arsenal menebusnya dari Newcastle United dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 75 juta poundsterling.
Kedatangan pemain 28 tahun itu menambah kedalaman lini tengah Arsenal yang sudah dihuni sejumlah pemain berkualitas, seperti Declan Rice, Martin Odegaard, Mikel Merino, Martin Zubimendi, dan Eberechi Eze.
Arteta melihat sambutan hangat suporter terhadap Guimaraes sebagai sinyal positif. Ia juga menilai sang pemain memiliki karakter kuat yang bisa memberikan dorongan baru bagi skuad.
"Anda bisa melihat reaksi langsung dari para suporter. Saya rasa dia menggambarkan dirinya sebagai seorang pejuang," ujar Arteta.
Menurut Arteta, karakter petarung Guimaraes tidak berdiri sendiri. Mantan pemain Newcastle itu juga memiliki kualitas teknis, intuisi, kepemimpinan, dan karisma yang dapat memberi pengaruh terhadap permainan Arsenal.
"Saya melihat dia sebagai seorang pejuang dengan kualitas yang luar biasa, juga memiliki intuisi, kepemimpinan, dan karisma. Semua itu akan membantu kami dan benar-benar bisa menyalakan sesuatu yang berbeda di dalam tim," kata Arteta.
Guimaraes juga diharapkan mampu meningkatkan persaingan internal di dalam skuad. Arteta menilai kehadiran pemain dengan karakter seperti Guimaraes dibutuhkan Arsenal untuk menjaga standar permainan ketika menghadapi target besar.
"Dia akan mendorong semua pemain di dalam tim. Itulah tipe pemain yang kami butuhkan," lanjutnya.
Arsenal memiliki alasan kuat untuk meningkatkan kualitas skuad. Setelah tiga musim berturut-turut finis sebagai runner-up Liga Primer, Arsenal akhirnya mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjadi juara kasta tertinggi Inggris pada musim lalu.
Selain mempertahankan gelar domestik, Arsenal juga akan menghadapi tantangan di Liga Champions. Musim lalu, mereka mencapai final Liga Champions dan Piala Liga Inggris.
Guimaraes menyaksikan langsung pertandingan Arsenal melawan Dortmund dari sisi lapangan. Debutnya bersama klub baru masih harus menunggu karena Arteta belum memainkannya dalam laga tersebut.
Arsenal akhirnya kalah 2-3 dari Dortmund. Ethan Nwaneri dan Viktor Gyokeres melalui eksekusi penalti mencetak gol untuk tuan rumah. Dortmund membalas melalui Samuele Inacio, Konstantinos Karetsas, dan Joane Gadou.
Arteta mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai Arsenal menunjukkan sejumlah kelemahan yang tidak biasa, terutama ketika menghadapi situasi bola mati dan dalam menjalankan tugas bertahan.
"Saya kecewa kami kalah dalam pertandingan ini. Ada beberapa momen buruk ketika kami tidak tampil seperti biasanya, terutama dalam situasi bola mati serta pertahanan dan pengambilan keputusan waktu bertahan yang biasanya kami lakukan dengan sangat baik," tutur Arteta.
Laga tersebut juga menjadi penampilan perdana kapten Martin Odegaard pada pramusim setelah menjalani Piala Dunia. Kehadirannya menjadi bagian dari persiapan Arsenal menuju musim kompetisi baru.
Arsenal selanjutnya akan menghadapi Manchester City pada ajang Community Shield pekan depan. Setelah itu, mereka memulai perjuangan mempertahankan gelar Liga Primer dengan menghadapi tim promosi Coventry pada 21 Agustus.
(AFP/P-4)

















































