Suasana Capitol Building yang merupakan kantor Kongres Amerika Serikat di Washington, D.C, Amerika Serikat.(Xinhua/Li Rui)
DEPARTEMEN Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menyampaikan laporan kepada Kongres terkait rencana pengalihan sistem persenjataan Amerika dari Turki ke Ukraina. Berdasarkan dokumen resmi Kongres, pengalihan ini mencakup peluncur sistem roket peluncuran ganda (MLRS) dan rudal balistik ATACMS.
Dalam dokumen tersebut, transaksi yang direncanakan melibatkan pengalihan permanen sebanyak 12 peluncur Sistem Peluncur Roket Multi (MLRS) M270. Selain itu, paket bantuan ini mencakup 2.524 roket M26 Dual-Purpose Improved Conventional Munitions (DPICM) tanpa pemandu, serta 47.000 peluru kaliber 203mm howitzer M509AI DPICM.
Pengiriman persenjataan berat ini rencananya akan difasilitasi melalui entitas swasta. Tiga perusahaan asal Turkiye yang terlibat adalah MKE, ASFAT, dan ARCA Savunma. Selain itu, terdapat keterlibatan perusahaan swasta Bulgaria, VTIC International Ltd., serta dua perusahaan asal AS, yakni Pansophico dan Patriot Defense Group.
Dokumen tersebut juga merinci pengalihan permanen sebanyak 70 rudal M39 ATACMS kepada Pemerintah Ukraina. Proses ini akan dilakukan melalui koordinasi antara entitas swasta Turkiye MKE AS bersama Pansophico dan Patriot Defense Group dari Amerika Serikat.
Menanggapi laporan tersebut, pihak Rusia memperingatkan bahwa pasokan senjata ke Ukraina hanya akan menghambat proses penyelesaian konflik. Moskow menilai langkah ini secara langsung melibatkan negara-negara anggota NATO ke dalam konfrontasi bersenjata.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan bahwa setiap pengiriman senjata untuk Ukraina akan menjadi sasaran sah bagi militer Rusia. Kremlin menyatakan bahwa dukungan persenjataan dari Barat tidak mendukung proses negosiasi dan justru akan menimbulkan dampak negatif yang lebih luas. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)

















































