BNPB: Api Karhutla di Perbukitan Probolinggo kembali Menyala akibat Angin Kencang

2 weeks ago 2
 Api Karhutla di Perbukitan Probolinggo kembali Menyala akibat Angin Kencang Karhutla di Probolinggi, Jawa Timur.(Dok. Antara)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan langkah penanganan cepat setelah menerima laporan kembalinya titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perbukitan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kobaran api dilaporkan kembali menyala akibat hembusan angin kencang di wilayah tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa dinamika cuaca ekstrem dan kondisi vegetasi yang mengering menjadi pemicu utama munculnya kembali api. "Hembusan angin membawa bara api yang dengan cepat menyulut daun, rumput, dan serasah kering di sekitar area perbukitan," ujar Abdul Muhari di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan data BNPB, peristiwa karhutla ini awalnya melanda kawasan hutan Perum Perhutani di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura. Kebakaran yang mencakup area seluas empat hektare tersebut terdeteksi sejak Sabtu (25/7) dini hari.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB merinci lokasi terdampak secara spesifik berada di wilayah Dusun III Ngelosari RT 18/04. Area ini merupakan kawasan perbukitan dengan karakteristik topografi yang sangat terjal, sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Menyikapi situasi terbaru, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Probolinggo dan BPBD Provinsi Jawa Timur telah disiagakan. Petugas dikerahkan menuju titik api untuk melakukan pemadaman melalui jalur darat.

Abdul mengakui bahwa aksesibilitas menjadi kendala terbesar bagi personel di lapangan. "Akses menuju titik lokasi pemadaman menjadi tantangan utama petugas karena berada di ketinggian perbukitan yang jauh dan sulit dijangkau moda transportasi," tambahnya.

Guna mencegah kebakaran meluas, BNPB memastikan akan terus menjalin koordinasi intensif dengan petugas di daerah. Fokus utama saat ini adalah memastikan lokalisasi api di wilayah Sukapura berjalan optimal meskipun dihadapkan pada medan yang berat. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |