Warga bergantian mengisi air ke dalam jerikan saat penyaluran air bersih di kawasan lereng gunung Sumbing Desa Dampit, Tlogomulyo, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (7/82023).(ANTARA/ANIS EFIZUDIN)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menggandeng pihak lain untuk membantu dalam upaya distribusikan air bersih ke daerah-daerah yang dilanda kekeringan saat musim kemarau tahun ini.
Diantaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Demikian disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto, kepada wartawan, Selasa (28/7).
"Adapun dari APBD Temanggung, untuk menghadapi musim kemarau tahun ini, BPBD Kabupaten Temanggung telah menyiapkan anggaran sekitar 300 tangki air bersih yang siap didistribusikan ke daerah kekeringan,"katanya.
BPBD telah mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini, yakni di Desa Gentan, Kranggan. Sejauh ini, katanya, penyaluran perdana air bersih telah dilakukan ke Desa Gentan di Kecamatan Kranggan. Hal itu setelah pemerintah desa mengajukan surat permohonan bantuan air bersih kepada BPBD.
"Desa Gentan mengajukan permohonan bantuan untuk lima dusun,"ujarnya.
Dijelaskan, setelah dilakukan verifikasi administrasi dan asesmen di lapangan, BPBD menetapkan Dusun Gentan dan Dusun Wonogiri sebagai wilayah yang paling mendesak membutuhkan pasokan air bersih. Selain itu, permintaan bantuan muncul karena debit sumber air terus menurun.
"Setelah dilakukan asesmen, memang ditemukan beberapa sumber air di wilayah tersebut sudah mengalami kekeringan, sehingga perlu segera dropping air bersih," katanya.
Ke depan, lanjut dia, penyaluran air bersih akan dilakukan secara rutin dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa. Bantuan juga akan terus diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih.














































