Ilustrasi(Dok IPOT)
EKOSISTEM esports kini tak hanya menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan kompetitif dan talenta digital, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang edukasi literasi keuangan. Bekerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Asosiasi Esports Indonesia (IESPA), PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) sukses menjadi mitra strategis dalam gelaran Esports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena GBK Senayan, Sabtu-Minggu, 8-9 Agustus 2026.
Esports Kapolri Cup 2026 bukan sekadar turnamen komersial atau kampanye sesaat (one-off campaign), melainkan sebuah gerakan nasional berkelanjutan untuk membentengi talenta digital Indonesia dengan literasi keuangan yang kuat. Esports Kapolri Cup 2026 digelar secara nasional di Jakarta dengan kompetisi utama Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Presiden Direktur & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menegaskan keterlibatan pihaknya dalam Esports Kapolri Cup 2026 merupakan manifestasi visi perusahaan untuk menciptakan generasi muda yang cerdas secara finansial sejak dini. Generasi Z dan Gen Alpha dinilai akan menjadi penggerak utama ekonomi digital Indonesia di masa depan.
"Dukungan IPOT dalam Esports Kapolri Cup 2026 bukanlah program seremonial satu kali, melainkan gerakan nasional jangka panjang yang mengintegrasikan literasi keuangan langsung ke dalam gaya hidup digital mereka,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Langkah tersebut dinilai relevan dengan karakter dan keseharian generasi muda yang semakin lekat dengan ekosistem digital. Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara generasi muda berkomunikasi dan mencari hiburan, tetapi juga mendorong perubahan dalam cara mereka mengelola keuangan dan mengakses investasi.
Kemudahan membuka dan menggunakan platform investasi melalui aplikasi turut membuat akses terhadap instrumen keuangan semakin terbuka bagi kelompok usia muda. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga semakin memperkaya fitur layanan investasi, mulai dari penyajian informasi hingga analisis yang dapat membantu pengguna mengambil keputusan.
Kondisi tersebut membuat penguatan literasi keuangan menjadi semakin penting. Kemudahan akses terhadap produk keuangan perlu diimbangi dengan kemampuan memahami risiko, menyusun strategi keuangan, serta mengambil keputusan investasi secara bijak. Karena itu, esports dapat menjadi salah satu ruang yang strategis untuk menyisipkan edukasi finansial dalam aktivitas digital yang sudah dekat dengan kehidupan generasi muda.
"Dulu investasi terkesan ribet dan butuh modal besar. Sekarang, cukup lewat aplikasi di smartphone yang dibekali asisten dan fitur mumpuni berbasis AI seperti AI Analytics dan Trade Flow di IPOT, siapa saja bisa mulai berinvestasi dengan modal terjangkau," katanya.
Ia menjelaskan secara khusus, AI analytics akan menyederhanakan laporan keuangan, tren teknikal, dan berita pasar menjadi kesimpulan yang mudah dipahami (seperti status Bullish, Neutral, atau Bearish), sementara Trade Flow berfungsi membongkar aktivitas pelaku pasar utama dengan menganalisis pergerakan dana Smart Money, transaksi investor asing, serta tingkat agresivitas pasar guna memberikan gambaran jelas mengenai arah dan potensi pergerakan harga saham berikutnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo menegaskan, penetrasi internet dan dunia digital telah membawa perubahan pada landscape kehidupan sosial masyarakat, terutama bagi generasi muda.
Ruang digital kini bukan lagi dipandang sebagai sarana komunikasi dan hiburan, melainkan telah berkembang menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi, hingga mengukir prestasi.
"Saya berharap kompetisi Esports Kapolri Cup 2026 akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas, dan berdaya saing global," pungkasnya. (E-4)

















































