Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNJ menggagas Festival Budaya Desa Bulak.(Dok.Istimewa)
UNIVERSITAS Negeri Jakarta (UNJ) mendorong Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Pengembangan tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan menggagas Festival Budaya Desa Bulak.
Desa Bulak memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata, antara lain Situs Buyut Banjar, tradisi dan kesenian lokal, kekompakan masyarakat, serta aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program PkM UNJ yang dipimpin Wakil Rektor UNJ Bidang Kerja Sama dan Bisnis Andy Hadiyanto melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta ustaz dan ulama. Program tersebut diarahkan untuk memetakan potensi desa sekaligus menyusun strategi pengembangan wisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kuwu Desa Bulak Meidi menyambut pendampingan UNJ. Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu masyarakat melihat potensi desa dari perspektif yang lebih luas.
“Pendampingan dari perguruan tinggi tidak hanya memberikan gagasan baru untuk pembangunan desa, tetapi juga meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat mengenai pengelolaan potensi lokal agar lebih produktif,” ujar Meidi.
Ia berharap pendampingan tersebut berlanjut sehingga masyarakat memiliki kemampuan mengelola potensi desa secara mandiri.
Andy mengatakan Desa Bulak memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Namun, potensi tersebut perlu dikemas tanpa menghilangkan identitas dan nilai yang berkembang di tengah masyarakat.
“Desa Bulak memiliki potensi budaya dan modal sosial yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikemas menjadi daya tarik wisata tanpa menghilangkan identitas dan nilai yang hidup di tengah masyarakat,” kata Andy.
Menurut Andy, Festival Budaya Desa Bulak dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya lokal sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif. Festival tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi bagian dari strategi pengembangan desa wisata.
Masyarakat akan didorong terlibat sejak tahap perencanaan, penyelenggaraan festival, hingga pengembangan produk dan layanan wisata. Dengan demikian, kegiatan wisata diharapkan memberikan nilai tambah langsung bagi warga.
Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ Rahmat Darmawan mengatakan masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan desa wisata. Produk lokal dan atraksi budaya perlu diperkuat agar memiliki daya tarik sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Pengembangan desa wisata harus menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Produk lokal, atraksi budaya, dan kreativitas warga perlu diperkuat agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Rahmat.
Tim UNJ kemudian menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat. Diskusi dibagi berdasarkan potensi dan peran kelompok, mulai dari Karang Taruna, pelaku UMKM, hingga tokoh agama.
Kelompok Karang Taruna membahas rancangan Festival Budaya Desa Bulak, termasuk konsep acara dan keterlibatan generasi muda. Sementara kelompok UMKM membahas pengembangan produk lokal, mulai dari kemasan, penyajian, branding, hingga diversifikasi produk kuliner, fesyen, dan suvenir.
Kelompok lainnya membahas posisi nilai religius dan kearifan lokal dalam pengembangan desa wisata. Pengembangan pariwisata dinilai perlu berjalan seiring dengan pemeliharaan etika sosial dan tradisi masyarakat.
Hasil FGD akan menjadi bahan penyusunan peta jalan pengembangan Desa Wisata Bulak. Peta jalan tersebut mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan festival budaya, pemberdayaan UMKM, promosi digital, serta pengembangan jejaring kemitraan.
Andy menegaskan keberlanjutan pengembangan desa wisata membutuhkan keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pihak.
“Perguruan tinggi hadir sebagai mitra yang memberikan pendampingan berbasis keilmuan dan membantu membangun jejaring. Namun, masyarakat tetap menjadi aktor utama dalam menentukan arah dan keberlanjutan pengembangan desa,” ujarnya.
Melalui program tersebut, UNJ mendorong potensi budaya, tradisi, dan ekonomi lokal Desa Bulak dikelola secara lebih terarah. Pengembangan desa wisata diharapkan mampu memperkenalkan budaya setempat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan karakter lokal. (E-2)

















































