Gen Z & Milenial Jadi Sasaran Perluasan Akses KPR

2 hours ago 4
Gen Z & Milenial Jadi Sasaran Perluasan Akses KPR Harpropnas Fest 2026.(Dok. BTN)

GENERASI Z dan milenial menjadi salah satu kelompok yang dibidik dalam perluasan akses kepemilikan rumah melalui integrasi pencarian properti, pengukuran kemampuan finansial, hingga pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR). 

Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 yang berlangsung pada 8-13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.

SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Thomas Wahyudi, mengatakan tantangan generasi muda dalam membeli rumah tidak hanya terletak pada pilihan hunian, tetapi juga kemampuan menyesuaikan cicilan dengan kondisi keuangan.

"Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya," kata Thomas di Jakarta, Rabu (9/9).

Menurut Thomas, calon pembeli perlu memperhitungkan lokasi rumah, biaya hidup, transportasi, serta besaran cicilan sebelum memutuskan mengambil KPR. 

Secara umum, porsi cicilan dapat berada di kisaran 30% dari penghasilan, meski angka tersebut harus disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing calon debitur.

Ia mengatakan integrasi layanan properti dan pembiayaan diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui kemampuan mencicil sekaligus peluang memperoleh pembiayaan sebelum memutuskan membeli rumah.

"Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun," ujar Thomas.

BTN antara lain mengembangkan kanal digital bale by BTN yang memuat layanan pencarian properti, simulasi pembiayaan, pengajuan KPR, hingga pemantauan proses pengajuan.

Layanan digital itu berjalan bersamaan dengan konsultasi melalui kantor cabang dan pusat layanan bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan secara langsung.

Thomas mengatakan, model layanan tersebut ditujukan untuk menjangkau karakter konsumen yang berbeda, termasuk generasi muda yang lebih terbiasa menggunakan layanan digital.

"Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center," katanya.

CEO 99 Group Darius Cheung, mengatakan, akses informasi dan pembiayaan menjadi bagian penting dalam proses masyarakat memperoleh rumah karena keputusan membeli hunian memiliki konsekuensi finansial jangka panjang.

"Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan," ujar Darius.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronny Ariuly Hutahayan, menilai perluasan akses terhadap hunian tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan rumah.

"Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi," kata Ronny.

Harpropnas Fest 2026 menyediakan pilihan rumah baru, rumah sekunder, KPR take over, hingga rumah lelang. Pameran yang diinisiasi sejak 2018 tersebut juga menyediakan konsultasi pembiayaan bagi calon konsumen.

CMO 99 Group, Bharat Buxani, mengatakan, kebutuhan calon pembeli rumah berbeda-beda, mulai dari masyarakat yang baru mencari hunian hingga mereka yang membutuhkan solusi untuk pembiayaan yang sudah berjalan.

"Kebutuhan setiap calon pemilik rumah berbeda. Ada yang baru mulai mencari hunian, menghitung kemampuan finansial, hingga membutuhkan solusi untuk KPR yang telah berjalan," ujarnya. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |