Infrastruktur Tol Buka Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru di Berbagai Koridor

2 hours ago 4
Infrastruktur Tol Buka Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru di Berbagai Koridor Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGEMBANGAN infrastruktur jalan tol terus diarahkan tidak hanya untuk memperkuat konektivitas nasional, tapi juga jadi penggerak aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk berupaya memaksimalkan jaringan dan portofolio jalan tol serta mengembangkan sumber pertumbuhan baru di sepanjang koridor yang dikelolanya.

Strategi tersebut turut menopang kinerja positif Jasa Marga pada Semester I 2026. Dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia secara daring, Rabu (9/9/2026), perusahaan mencatat pendapatan usaha Rp10,31 triliun atau tumbuh 7,6% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun yang meningkat 6,8% dan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp798,2 miliar yang melonjak 17,6% secara tahunan. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan fundamental bisnis dan kondisi keuangan yang sehat jadi landasan bagi perusahaan untuk mengoptimalkan aset dan menangkap peluang pertumbuhan baru secara prudent.

“Kami melihat prospek bisnis Jasa Marga ke depan tetap positif. Dengan fundamental bisnis dan kondisi financial yang sehat, menjadi fondasi kuat untuk terus mengoptimalkan portofolio aset, dan mencetak pertumbuhan nilai yang berkelanjutan,” ujar Rivan.

Kinerja positif juga tercermin pada EBITDA yang meningkat 8,1% menjadi Rp6,99 triliun dengan margin EBITDA 67,8%. Sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun, tumbuh 2% secara tahunan.

Dari sisi keuangan, profil risiko utang tetap terkendali. Gearing ratio berada pada level 1,2 kali, sedangkan Interest Coverage Ratio meningkat menjadi 3,9 kali. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga kewajiban finansial dan melanjutkan investasi strategis.

Hingga 30 Juni 2026, Jasa Marga memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 kilometer dan mengoperasikan sekitar 1.294 kilometer jalan tol. Jaringan tersebut merepresentasikan sekitar 42% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Skala jaringan itu memberikan peluang bagi Jasa Marga untuk mengelola jalan tol sebagai satu kesatuan jaringan yang menghubungkan pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, dan destinasi wisata.

“Kami melihat jaringan jalan tol sebagai sebuah network dengan value besar saat dikelola secara terintegrasi, yang dapat memperkuat hubungan antara pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, dan destinasi wisata sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru di sepanjang jaringan,” kata Rivan.

Pengembangan nilai ekonomi juga dilakukan melalui penguatan ekosistem di sepanjang koridor jalan tol. Salah satunya melalui transformasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) menjadi Travoy Rest yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas perjalanan, tetapi juga ruang aktivitas ekonomi dan akses pasar bagi UMKM serta produk lokal. Selain itu, perusahaan mengembangkan lini bisnis seperti building management, advertising, utilitas, Transit Oriented Development (TOD), dan Toll Corridor Development (TCD).

Transformasi itu diperkuat pemanfaatan teknologi melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) untuk mengintegrasikan informasi lalu lintas secara real-time serta aplikasi Travoy yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan perjalanan pengguna jalan.

Memasuki Semester II 2026, Jasa Marga menargetkan pertumbuhan tetap berjalan seiring dengan disiplin pengelolaan modal, stabilitas arus kas, dan pemanfaatan teknologi. Strategi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas bagi pengguna jalan, pelaku usaha, masyarakat, dan perekonomian nasional. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |