Promotor The Sounds Project Evaluasi, Janji Tahun Depan lebih Baik

1 hour ago 5
Promotor The Sounds Project Evaluasi, Janji Tahun Depan lebih Baik Ilustrasi(Dok. The Sounds Project)

SETELAH sempat ramai menjadi perbincangan banyak orang, promotor The Sounds Project mengungkapkan pihaknya kini akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki penyelenggaraan mendatang.

“Tidak ada festival yang sempurna. Tahun ini The Sounds Project Vol. 9 telah selesai. Terima kasih untuk seluruh audience yang sudah datang, luar biasa dan benar-benar di luar ekspektasi kami selaku promotor. Kami akan beristirahat sejenak, mengevaluasi festival tahun ini, dan mulai mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk tahun depan,” ujar Gerhana Banyubiru dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu, (9/9).

Pada tahun ini, The Sounds Project memasuki edisi ke-9, dengan memboyong 120 musisi dari dalam negeri dan internasional. Mereka tampil di tujuh panggung berbeda. Gerhana atau Ghana juga memastikan, The Sounds Project akan tetap kembali pada tahun depan.

“Sepertinya, line-up lokal maupun internasional lebih banyak untuk tahun depan,” tambahnya.

The Sounds Project sendiri merupakan festival yang bermula dari acara musik di sebuah kampus. Pada tahun ini, The Sounds Project juga menggandeng banyak mahasiswa untuk memberikan ruang para mahasiswa terlibat menjadi bagian festival, lewat program TSP Academy.

Di program itu, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjadi fotografer yang mendokumentasikan berbagai momen sepanjang festival. Keterlibatan mahasiswa juga diteruskan dengan program jurnalistik, yang memberikan kesempatan para mahasiswa untuk menulis reportase musik.

Di sisi keberlanjutan, The Sounds Project Vol. 9 turut bekerja sama dengan Matters Project untuk menjalankan inisiatif pengelolaan sampah. Kolaborasi dengan Matters Project berjalan sepanjang tiga hari festival sebagai bentuk komitmen The Sounds Project terhadap lingkungan di sekitar area acara. Sampah yang terkumpul dikirim ke RDF Plant Rorotan untuk diolah menjadi sebagai bahan bakar dalam proses waste-to-energy (WTE).

“Berawal dari sebuah acara kampus kecil, The Sounds Project terus tumbuh hingga menjadi festival berskala besar tanpa meninggalkan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda. Dengan niat baik, semangat itu yang terus kami bawa hingga sekarang,” ungkap Ghana. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |