Mengapa Gas SO2 dari Gunung Berapi Berbahaya? Ini Penjelasannya

1 hour ago 4
Mengapa Gas SO2 dari Gunung Berapi Berbahaya? Ini Penjelasannya Mengenal bahaya gas Sulfur Dioksida (SO2) saat erupsi gunung berapi.(Dok. Antara)

GAS Sulfur Dioksida (SO₂) menjadi salah satu ancaman utama di balik kepulan asap erupsi gunung berapi yang perlu diwaspadai masyarakat. Selain sebagai indikator aktivitas magma, emisi gas ini membawa dampak serius bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah terdampak.

SO₂ terbentuk secara alami di dalam magma dan mulai terlepas ke permukaan saat tekanan berkurang ketika magma bergerak naik. Gas dengan bau menyengat ini sering digunakan oleh para ahli sebagai parameter pemantauan gunung berapi; peningkatan emisinya menandakan posisi magma yang semakin dekat dengan permukaan kawah.

Dampak Kesehatan dan Kelompok Rentan

Paparan SO₂ secara langsung dapat mengiritasi saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Gejala umum yang muncul meliputi batuk, mengi, sesak napas, hingga nyeri dada. Kondisi ini akan memburuk jika seseorang melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan.

Kelompok yang paling berisiko meliputi penderita asma, bronkitis kronis, dan emfisema. Selain itu, anak-anak dengan paru-paru yang masih berkembang serta orang lanjut usia dengan riwayat penyakit kardiovaskular wajib mendapatkan perlindungan ekstra saat kadar SO₂ meningkat.

Ancaman Lingkungan: Hujan Asam dan Vog

Tidak hanya manusia, ekosistem juga terancam oleh pelepasan SO₂. Gas ini dapat memicu pengasaman tanah dan air permukaan melalui fenomena hujan asam. Dampaknya merusak pertumbuhan hutan serta mengancam kelangsungan hidup organisme perairan seperti ikan.

Di atmosfer, SO₂ dapat bereaksi dengan kelembapan dan sinar matahari membentuk kabut vulkanik atau vog (volcanic smog). Kabut asam ini dapat terbawa angin hingga jarak jauh, menurunkan kualitas udara di wilayah yang jauh dari pusat erupsi.

Langkah Mitigasi Paparan

Untuk mengurangi risiko kesehatan, masyarakat diimbau membatasi aktivitas fisik di luar ruangan saat kadar SO₂ terdeteksi tinggi. Memantau informasi kualitas udara secara berkala dan mengikuti peringatan dini dari otoritas terkait menjadi langkah krusial untuk meminimalisir dampak buruk gas vulkanik ini. (United States Geological Survey/California Air Resources Board/National Park Service/Ministry for the Environment/Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |