Abu vulkanik saat erupsi gunung berapi memicu gangguan pernapasan hingga iritasi.(Dok. Antara)
ABU vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung berapi membawa risiko serius bagi kesehatan akibat pelepasan berbagai partikel halus dan gas berbahaya ke udara. Paparan material ini, baik melalui pernapasan maupun kontak langsung, dapat memicu gangguan fungsi tubuh jika tidak diantisipasi dengan perlindungan dan asupan nutrisi yang tepat.
Gas vulkanik seperti sulfur dioksida (SO₂), hidrogen klorida (HCl), hingga asam sulfat (H₂SO₄) sering kali tidak terlihat namun sangat korosif. Dampak utamanya meliputi gangguan pernapasan akut, di mana partikel halus mengiritasi tenggorokan dan paru-paru. Kondisi ini sangat berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita asma dan bronkitis kronis.
Selain pernapasan, abu vulkanik yang bersifat asam dapat menyebabkan iritasi kulit dan masalah pada mata, seperti rasa mengganjal, perih, dan kemerahan. Gangguan pencernaan juga menjadi ancaman serius apabila sumber air minum terkontaminasi material vulkanik, yang berpotensi menyebabkan mual hingga diare.
Untuk menghadapi kondisi lingkungan yang memburuk, menjaga fungsi sistem imun melalui asupan nutrisi menjadi langkah krusial. Berikut adalah beberapa zat gizi dan bahan alami yang direkomendasikan:
- Vitamin C: Ditemukan pada jeruk, brokoli, dan stroberi, vitamin ini mendukung fungsi sel B dan sel T serta menjaga jaringan epitel sebagai benteng pertahanan tubuh.
- Vitamin A: Sumber dari telur, susu, serta sayuran berwarna oranye dan hijau ini penting untuk menjaga integritas jaringan epitel dan sistem imun bawaan.
- Andrographis: Tanaman herbal Asia Tenggara ini mengandung senyawa aktif yang memiliki potensi antivirus dan antiinflamasi.
- Bawang Putih: Mengandung allicin yang memiliki potensi antimikroba dan antioksidan untuk memengaruhi fungsi sel imun.
- Teh Hijau: Kaya akan katekin (EGCG) yang diteliti memiliki sifat anti-inflamasi dan antivirus guna memperkuat respons imun.
Memastikan tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang cukup akan membantu sistem kekebalan bekerja optimal dalam meminimalisir dampak buruk paparan polutan vulkanik. Tetap waspada dan gunakan pelindung diri seperti masker saat beraktivitas di area terdampak. (Z-10)
















































