Hampir 300 Ribu Pelanggan Gunakan KA Aglomerasi di Stasiun Tegal

22 hours ago 11
Hampir 300 Ribu Pelanggan Gunakan KA Aglomerasi di Stasiun Tegal Calon penumpang di peron Stasiun Tegal.(MI/Suparji)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, Jawa Tengah, terus memperkuat konektivitas masyarakat melalui layanan kereta api aglomerasi. Sepanjang Semester I Tahun 2026, Stasiun Tegal melayani 294.649 pelanggan yang menggunakan tiga layanan KA aglomerasi, yaitu KA Joglosemarkerto, KA Kaligung, dan KA Kamandaka.

Data tersebut menunjukkan tingginya peran Stasiun Tegal sebagai salah satu simpul transportasi penting di wilayah Pantura yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Dari total tersebut, KA Kaligung menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbanyak, yakni 170.268 pelanggan, terdiri atas 80.768 pelanggan naik dan 89.500 pelanggan turun di Stasiun Tegal.

Sementara itu, KA Kamandaka melayani 72.512 pelanggan, yang terdiri atas 50.652 pelanggan naik dan 21.860 pelanggan turun. Sedangkan KA Joglosemarkerto melayani 51.869 pelanggan, dengan rincian 46.232 pelanggan naik dan 5.637 pelanggan turun.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menuturkan tingginya volume pelanggan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api regional memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat antarkota.

“Stasiun Tegal memiliki posisi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Pantura. Tingginya jumlah pelanggan pada layanan KA aglomerasi menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh, tetapi juga menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bersekolah, kuliah, berdagang, maupun bepergian ke berbagai daerah,” ujar Luqman, Senin (10/8).

Luqman menyebut salah satu layanan yang mendukung konektivitas tersebut adalah KA Joglosemarkerto, yang menghubungkan sejumlah kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta/Jateng dan DIY. Layanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota melalui jaringan kereta api yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas dan wilayah tujuan.

Selain KA Joglosemarkerto, masyarakat di wilayah Tegal dan sekitarnya juga memanfaatkan KA Kaligung dan KA Kamandaka sebagai pilihan perjalanan menuju berbagai daerah. Ketiga layanan tersebut memberikan alternatif transportasi massal yang aman, nyaman, terjangkau, dan tepat waktu.

Menurut Luqman data Semester I Tahun 2026, tingginya mobilitas pelanggan melalui Stasiun Tegal turut menunjukkan pentingnya konektivitas antarkota dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Kereta api menjadi salah satu moda yang dapat memperlancar mobilitas masyarakat menuju pusat pendidikan, kawasan ekonomi, pusat perdagangan, hingga destinasi wisata.

“Melalui layanan KA aglomerasi, kami ingin memastikan masyarakat memiliki pilihan transportasi yang semakin mudah dan andal untuk mendukung berbagai aktivitas. KAI akan terus melakukan evaluasi terhadap pola operasi dan kualitas pelayanan agar layanan kereta api semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Luqman.

KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui evaluasi pola operasi, optimalisasi kapasitas angkut, serta peningkatan fasilitas dan pelayanan di stasiun maupun di dalam perjalanan.

“Kami berharap kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota karena menawarkan konektivitas yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (JI/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |