Imbas Temuan 995 Pucuk Senjata, Sekolah Swasta di Jaksel Berlakukan PJJ Sepekan

1 day ago 3
Imbas Temuan 995 Pucuk Senjata, Sekolah Swasta di Jaksel Berlakukan PJJ Sepekan Pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP) Yan Sofyan Syafei (tengah) bersama Kuasa Hukum Hermawanto (kiri) dan Alvon Kurnia Palma (kanan) menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait temuan senjata di sekolah swasta di Jakarta, Minggu (9/8(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

SEBUAH sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara penuh selama satu pekan. Langkah darurat ini diambil menyusul ditemukannya 995 pucuk senjata di lingkungan sekolah tersebut.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengonfirmasi bahwa kebijakan PJJ berlaku efektif mulai Senin (10/8) hingga Jumat (14/8) demi menjamin keamanan seluruh peserta didik selama proses pemeriksaan kepolisian berlangsung.

"Jadi minggu depan tadi disampaikan sekolah akan PJJ total selama satu minggu untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik di sekolah," ujar Hermawanto dikutip Antara, Senin (10/8). 

Hermawanto menjelaskan, pihak yayasan hingga kini belum mengetahui pasti kondisi di sejumlah area sekolah yang masih tersegel dan dipasangi garis polisi oleh penyidik.

"Masih ada ruangan yang tertutup, masih ada ruangan yang ter-police line yang kami tidak tahu di dalam isinya apa," tambahnya.

Senada dengan Hermawanto, kuasa hukum yayasan lainnya, Alvon Kurnia Palma, menegaskan bahwa penerapan PJJ merupakan respons atas kekhawatiran para orang tua siswa. PJJ diterapkan agar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan dan kondisi psikologis anak.

"Atas kondisi itu orang tua meminta kepada sekolah dan kita semua sebenarnya memiliki concern bahwa untuk menjamin keamanan bagi anak-anak sementara waktu sekolah itu PJJ atau pendidikan jarak jauh," tutur Alvon.

Ia menekankan bahwa PJJ bukan berarti meliburkan aktivitas pendidikan, melainkan bentuk perlindungan agar siswa tidak merasa cemas atau takut saat harus belajar di sekolah.

"Tujuannya lebih kepada memastikan anak-anak itu belajar secara aman," tegasnya.

Alvon juga berharap Polres Metro Jakarta Selatan dapat memanfaatkan masa PJJ ini untuk menyelesaikan sterilisasi di seluruh penjuru kompleks sekolah.

"Kami sangat mendorong agar aparat kepolisian itu untuk segera bisa melakukan sterilisasi kepada tempat-tempat yang mungkin kami tidak ketahui," kata Alvon.

Ia meminta masyarakat dan publik untuk tidak mengaitkan para siswa dengan kasus hukum yang sedang diselidiki. "Jangan sampai ini dikait-kaitkan dan kemudian memberikan suatu image yang negatif kepada anak-anak. Itu makanya dari awal kami sangat menjaga agar ini tidak tersangkut dengan anak," jelasnya.

Kasus ini mengemuka setelah Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan ratusan senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan milik yayasan sekolah di Kebayoran Lama.

Di dalam ruangan bekas Ketua Yayasan berinisial IWD, polisi menemukan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno, serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja.

Polisi pertama kali menerima laporan dari masyarakat terkait temuan tersebut pada 15 Juli 2026. Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah menerbitkan Laporan Polisi Model A sebagai dasar hukum penanganan awal kasus tersebut.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |