Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengusulkan kenaikan batas gaji orangtua penerima KIP Kuliah menjadi Rp10 juta.(Dok. MI)
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk menaikkan batas maksimum gaji orangtua bagi mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Langkah ini diambil guna mencegah mahasiswa putus kuliah akibat kendala ekonomi yang tidak terakomodasi aturan saat ini.
Saat ini, syarat besaran gaji gabungan orangtua penerima KIP Kuliah harus di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Di Jawa Barat, angka tersebut berada di bawah Rp2,3 juta. Dedi Mulyadi menilai batasan tersebut perlu diperlonggar agar lebih banyak mahasiswa dari keluarga menengah ke bawah yang terbantu.
"Saya usul agar nanti ketentuannya di bawah Rp10 juta boleh dapat KIP," ujar pria yang akrab disapa KDM tersebut saat memberikan kuliah umum dalam acara Prabu Universitas Padjadjaran (Unpad) di Stadion Jati Padjadjaran, Jatinangor, Senin (10/8).
Dalam kesempatan tersebut, KDM menerima berbagai keluhan dari mahasiswa baru terkait tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT), termasuk dari kalangan anak PNS. Mahasiswa juga mengeluhkan tingginya biaya hidup dan sewa tempat tinggal di kawasan Jatinangor yang memberatkan orangtua.
Merespons hal itu, KDM memberikan bantuan langsung secara spontan kepada sejumlah mahasiswa. Bantuan tersebut meliputi biaya kos selama dua tahun, biaya kuliah gratis untuk lima semester, hingga modal usaha sebesar Rp5 juta bagi mahasiswa yang ingin berwirausaha demi menopang biaya hidup.
KDM berpesan agar mahasiswa tidak menyerah pada keadaan ekonomi. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik. "Jangan hanya mengejar gelar akademik, perbanyak pengalaman. Jadikan kesulitan itu sahabat agar Anda menjadi orang yang mampu," tegasnya.
Selain masalah biaya, KDM juga menanggapi aspirasi mahasiswa terkait infrastruktur jalan di kawasan kampus Jatinangor. Meski berstatus jalan nasional, ia berjanji akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar Pemprov Jabar dapat melakukan perbaikan pada tahun mendatang.
KDM juga memberikan motivasi khusus kepada mahasiswa kedokteran hewan agar tidak berkecil hati. Menurutnya, prospek profesi dokter hewan sangat besar di berbagai sektor, baik swasta maupun pemerintahan, seiring dengan upaya menjaga keanekaragaman satwa endemik Indonesia. (Z-10)

















































