Kebakaran di Bromo, Masyarakat Diminta tidak Bermain Api di Kawasan Hutan

2 days ago 12
Kebakaran di Bromo, Masyarakat Diminta tidak Bermain Api di Kawasan Hutan Ilustrasi kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).(Antara)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). Ia kemudian mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu langkah krusial yang ditekankan adalah meminimalkan penggunaan api saat beraktivitas di area hutan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

"Saat bersamaan masyarakat supaya berpartisipasi membantu menyelesaikan masalah ini (karhutla) dan terpenting adalah jangan ada lagi yang bermain api, apakah itu rokok atau lebih nakal lagi land clearing (pembukaan lahan) terutama di luar Jawa," ujar Raja Juli Antoni.

Menhut menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini disertai fenomena El Nino yang meningkatkan risiko karhutla secara signifikan. Pemerintah telah mengambil langkah proaktif sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadapi puncak kemarau yang jatuh pada bulan Agustus.

Ia menyebutkan bahwa pada 28 Juli lalu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga telah dilakukan, melibatkan Panglima TNI, Kapolri, BMKG, hingga BNPB. "Artinya, pemerintah all out mengantisipasi El Nino," tegasnya.

Data Penanganan Karhutla Gunung Bromo:

Aspek Keterangan
Lokasi Utama Kawasan Gunung Bromo (Probolinggo, Pasuruan)
Metode Pemadaman Water Bombing (Helikopter) & Tim Darat
Titik Fokus Baru Daerah Dingklik, Pasuruan
Status Cuaca Puncak Kemarau / El Nino

Kolaborasi Pusat dan Daerah

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut mendampingi Menhut, menyatakan bahwa penanganan kebakaran di Gunung Bromo mengedepankan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. Saat ini, fokus pemadaman diarahkan ke wilayah Pasuruan menggunakan metode water bombing.

"Ada satu titik tambahan lagi, jadi perluasan dari titik awal. Di Penanjakan tadi fokus water bombing, sekarang muncul lagi di daerah Pasuruan, namanya Dingklik," jelas Emil.

Pemerintah memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara komprehensif agar titik api dapat segera dipadamkan total guna mencegah kerusakan ekosistem yang lebih luas di kawasan taman nasional tersebut. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |