Kemarau dan Embung Bocor, 2,2 Hektare Sawah di Bangka Gagal Panen

2 days ago 12
Kemarau dan Embung Bocor, 2,2 Hektare Sawah di Bangka Gagal Panen Bupati Bangka Fery Insani meninjau Kekeringan yang melanda persawahan di desa Kemujen.(Dok. MI)

SEBANYAK 2,2 hektare tanaman padi di Desa Kemuje, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), dipastikan gagal panen. Kondisi ini dipicu oleh musim kemarau ekstrem serta kerusakan pada infrastruktur irigasi yang menghambat pasokan air ke lahan persawahan.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kemuje, Zulham, menjelaskan bahwa Irigasi Bumang yang selama ini menjadi tumpuan petani sudah tidak mampu lagi mengalirkan air. Dari total luas potensi persawahan di Desa Kemuje yang mencapai 302 hektare, saat ini hanya 132 hektare yang telah ditanami padi, sementara sisanya dibiarkan kosong karena keterbatasan air.

"Dari 132 hektare yang sudah ditanam, ada 2,2 hektare yang dipastikan gagal panen. Lahan yang gagal panen ini rata-rata ditanam pada bulan Juli. Sedangkan untuk tanaman yang mulai ditanam sejak Mei masih dalam kondisi aman dan bisa dipanen," ujar Zulham, Minggu (9/8).

Selain faktor cuaca, Zulham mengungkapkan adanya kendala teknis berupa kebocoran pada dua embung utama, yakni Embung Bumang dan Embung Sawah Lama. Meskipun ketersediaan air di sumber sebenarnya mencukupi, kebocoran tersebut membuat air tidak dapat dialirkan ke area persawahan.

Untuk menyelamatkan tanaman padi yang tersisa, para petani terpaksa menggunakan pompa air secara mandiri. Zulham memprediksi dampak kemarau tahun ini akan lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun lalu semua bisa panen meski kemarau, tapi tahun ini sudah ada yang gagal panen," imbuhnya.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Bangka Fery Insani meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi untuk segera turun tangan memperbaiki dua embung yang bocor tersebut. Menurutnya, perbaikan harus dilakukan secepat mungkin karena menyangkut suplai air vital bagi petani.

"Dua embung yang bocor ini harus segera diperbaiki karena dampaknya sangat besar terhadap suplai air ke sawah," tegas Fery.

Ia juga mengimbau para petani untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang dinilai lebih ekstrem tahun ini. Fery menyarankan petani untuk mengoptimalkan penggunaan mesin pompa air guna menjaga ketersediaan air di lahan masing-masing.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |