Komunitas Agama Unjuk Rasa Tuntut Solusi Krisis Migran Ceuta

22 hours ago 9
Komunitas Agama Unjuk Rasa Tuntut Solusi Krisis Migran Ceuta Warga menerobos perbatasan di Ceuta Spanyol.(JORGE GUERRERO / AFP)

RIBUAN warga menggelar aksi unjuk rasa di kota otonom Ceuta, Spanyol, untuk menuntut penanganan konkret atas lonjakan krisis migran di wilayah yang berbatasan langsung dengan Maroko tersebut. Aksi unjuk rasa ini diinisiasi secara bersama oleh empat komunitas agama utama setempat, yakni Kristen, Muslim, Yahudi, dan Hindu.

Dilaporkan stasiun radio Spanyol Cadena SER, demonstrasi lintas iman tersebut berlangsung kondusif pada Minggu malam. Penyelenggara mengklaim aksi tersebut diikuti hingga 10.000 peserta, sementara pihak kepolisian setempat memperkirakan jumlah demonstran mencapai 5.000 orang.

Para demonstran mendesak Pemerintah Pusat Spanyol di Madrid untuk lebih aktif dan tegas dalam menyelesaikan krisis. Mereka menuntut penambahan personel Kepolisian Nasional dan Garda Sipil (Guardia Civil), pengetatan pengamanan perbatasan darat dengan Maroko, serta percepatan langkah-langkah penanganan migran yang menumpuk di Ceuta.

Krisis di wilayah enklave Spanyol di Afrika Utara ini memuncak sejak akhir Juli lalu, saat gelombang kedatangan migran tak terdokumentasi menembus benteng perbatasan. Dalam rentang waktu satu hari, sekitar 60.000 orang dilaporkan menyeberang ke Ceuta, angka yang terbilang sangat masif bagi kota berpendapatan terbatas dengan populasi sekitar 85.000 jiwa tersebut.

Lompatan angka migrasi yang ekstrem ini memicu reaksi keras di tingkat internasional. Sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE), termasuk Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia, menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol dari Kawasan Schengen. Negara-negara tersebut menilai Madrid gagal mengamankan perbatasan luar Eropa dari arus migrasi ilegal yang tak terkendali.

(Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |