Wasit melihat layar VAR pada pertandingan Liga Champions Eropa(AFP)
PENGGUNAAN VAR di sepak bola modern kerap memicu kontroversi karena dinilai terlalu medetail hingga merusak kenikmatan pertandingan. Geram dengan kondisi ini, Ketua Wasit UEFA, Roberto Rosetti, akhirnya angkat bicara dan meminta intervensi VAR dievaluasi besar-besaran.
"Ini sepak bola, bukan PlayStation!" tegas Rosetti seusai menggelar pertemuan bersama para pimpinan liga papan atas Eropa.
Pernyataan Rosetti bertepatan dengan peluncuran Clear Line, sebuah portal perdana yang ditujukan bagi penggemar untuk memahami kapan VAR seharusnya mengintervensi atau tidak mengintervensi sebuah keputusan di lapangan.
Menurut Rosetti, saat ini penggunaan VAR sudah melenceng jauh dari tujuan awalnya. Banyak keputusan diubah hanya karena pelanggaran "mikroskopis" yang dicari-cari lewat tayangan ulang lambat, padahal tak relevan dengan konteks permainan di lapangan.
Guna mengatasi kesalahpahaman publik, UEFA resmi meluncurkan portal khusus bernama Clear Line. Lewat situs ini, fans, pemain, hingga klub bisa melihat langsung contoh-contoh video situasi mana yang layak diintervensi VAR dan mana yang tidak.
Rosetti juga menyoroti durasi review VAR di pinggir lapangan yang kerap memakan waktu berbelit-belit. Ia menegaskan bahwa peninjauan yang memakan waktu lebih dari 90 detik justru merusak kredibilitas wasit itu sendiri.
Ke depan, UEFA ingin mengembalikan esensi VAR seperti saat pertama kali diciptakan yakni hanya membenarkan kesalahan fatal yang kasat mata, bukan mencari-cari kesalahan kecil. Wasit di lapangan pun diharapkan kembali berani mengambil keputusan tegas tanpa harus selalu bergantung pada layar monitor.
"Kami ingin kembali ke tujuan awal VAR, yaitu mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata. Kami ingin mengembalikan peran wasit sebagai pemegang kendali utama di lapangan," tegasnya.
(BBC/P-4)

















































