Seorang siswa di Tailan menceritakan perjuangannya bertahan hidup saat penembakan massal di Debsirin Nonthaburi School.(Dok. BBC)
SEORANG korban selamat dari penembakan massal di Debsirin Nonthaburi School, Tailan, menceritakan pengalaman mencekam saat berusaha menyelamatkan diri dari terjangan peluru pada Jumat (7/8). Peristiwa yang terjadi di Bangkok tersebut memaksa para siswa dan guru bersembunyi di dalam ruang kelas yang gelap selama puluhan menit.
Khim, salah satu siswa yang berada di lokasi, mengaku sempat mendengar suara ledakan keras sebelum menyadari sekolahnya diserang. Bersama teman-temannya di Gedung 5, ia mengikuti instruksi guru untuk membarikade pintu menggunakan meja dan mematikan lampu guna menghindari deteksi pelaku.
"Saya mendengar beberapa tembakan dan merasa kami tak akan selamat," ujar Khim sebagaimana dilansir CNN, Minggu (9/8).
Di tengah situasi tersebut, ia sempat berkomunikasi dengan ibunya melalui pesan singkat dan meminta sang ibu tidak menelepon agar nada dering ponselnya tidak memancing perhatian pelaku yang berada hanya beberapa meter dari ruangan mereka.
Ketegangan juga dirasakan oleh Kwan, ayah Khim, yang memantau situasi melalui telepon dengan anak perempuannya yang lain di Gedung 4. Kwan meminta anaknya menghitung jumlah tembakan untuk memperkirakan kapan peluru pelaku habis. Polisi kemudian mengonfirmasi bahwa pelaku melepaskan sedikitnya 26 butir peluru dan membawa 34 peluru cadangan.
Pihak kepolisian menyatakan aksi penembakan berlangsung selama kurang lebih 40 menit. Terduga pelaku dilaporkan menembak tiga guru dan dua petugas sekolah sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Sebelum menyerang sekolah, pelaku diketahui sempat menembak kakek dan neneknya di rumah pada pagi hari.
Setelah polisi berhasil mengamankan area sekolah, Khim dan kakaknya dinyatakan selamat tanpa luka fisik. Tragedi ini meninggalkan trauma mendalam sekaligus mempererat hubungan persaudaraan mereka. "Melihatnya kali ini, aku belum pernah menyayanginya sebanyak ini sebelumnya," pungkas Khim. (Cnn/Z-10)

















































