Mengintip Cara NASA Mengalihkan Asteroid dengan Teknik Kinetic Impactor

2 days ago 11
Mengintip Cara NASA Mengalihkan Asteroid dengan Teknik Kinetic Impactor Ilustrasu asteroid dan bumi.(Dok. Magnific)

BAYANGKAN sebuah asteroid berukuran besar terdeteksi sedang bergerak menuju Bumi. Dalam skenario seperti itu, manusia tidak bisa menghentikannya dengan cara sederhana. Salah satu solusi yang kini benar-benar diuji para ilmuwan adalah mengubah lintasan asteroid sebelum benda tersebut mencapai Bumi.

Teknik tersebut dikenal sebagai kinetic impactor, yakni menabrakkan pesawat luar angkasa ke asteroid dengan kecepatan tinggi untuk memberikan dorongan kecil pada pergerakannya. Meski perubahan kecepatannya mungkin sangat kecil, dorongan tersebut dapat membuat posisi asteroid bergeser cukup jauh setelah menempuh perjalanan panjang di ruang angkasa. NASA telah menguji konsep ini melalui misi Double Asteroid Redirection Test (DART).

Keberhasilan Misi DART

Pada September 2022, pesawat DART sengaja ditabrakkan ke Dimorphos, sebuah asteroid kecil yang mengorbit asteroid Didymos. Misi tersebut bukan untuk menghancurkan asteroid, melainkan menguji apakah manusia mampu mengubah geraknya.

Hasilnya menunjukkan bahwa teknik tumbukan kinetik memang dapat mengubah lintasan benda langit. NASA mencatat bahwa tabrakan DART memperpendek waktu yang dibutuhkan Dimorphos untuk mengorbit Didymos sekitar 33 menit. Hasil tersebut menjadi bukti penting bahwa teknologi pengalihan asteroid dapat menjadi salah satu pilihan pertahanan planet apabila suatu hari ditemukan asteroid yang benar-benar berada pada jalur tabrakan dengan Bumi.

Menabrakkan pesawat ke asteroid bukan berarti persoalan langsung selesai. Ilmuwan perlu memahami ukuran, massa, bentuk, komposisi, struktur internal, hingga karakteristik permukaan asteroid untuk menentukan efektivitas tumbukan.

Misi Lanjutan: Hera dan Deteksi Dini

Untuk mempelajari hasil eksperimen DART secara lebih mendalam, European Space Agency (ESA) mengembangkan misi Hera. Pesawat tersebut ditujukan untuk melakukan survei mendetail terhadap sistem Didymos dan Dimorphos serta mempelajari dampak yang ditimbulkan oleh tumbukan DART. Data Hera diharapkan membantu mengubah eksperimen tersebut menjadi teknik pertahanan planet yang lebih terukur dan dapat diulang.

Selain kemampuan membelokkan asteroid, faktor yang tidak kalah penting adalah deteksi dini. NASA menekankan bahwa sebuah asteroid harus ditemukan cukup jauh sebelum potensi tumbukannya agar manusia memiliki waktu untuk merencanakan dan menjalankan misi pengalihan. Karena itu, pemantauan objek dekat Bumi menjadi bagian penting dari strategi pertahanan planet.

NASA juga mengembangkan NEO Surveyor, teleskop antariksa yang dirancang khusus untuk membantu menemukan dan mengkarakterisasi objek dekat Bumi yang berpotensi berbahaya, termasuk asteroid yang sulit diamati karena memiliki permukaan gelap atau memantulkan sedikit cahaya.

Meski belum ada teknologi yang dapat menjamin semua jenis asteroid bisa dialihkan, keberhasilan DART menunjukkan perubahan penting dalam cara manusia menghadapi ancaman dari luar angkasa. Pertahanan planet tidak lagi sekadar konsep dalam film fiksi ilmiah. Dengan deteksi yang cukup dini, pengamatan yang akurat, serta teknologi pengalihan yang terus dikembangkan, manusia memiliki peluang untuk mengubah jalur asteroid sebelum terlambat. (NASA/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |