NASA Temukan Pola Mirip Sarang Lebah di Mars, Ternyata Bukan Makhluk Hidup

21 hours ago 1
NASA Temukan Pola Mirip Sarang Lebah di Mars, Ternyata Bukan Makhluk Hidup Ilustrasi(magnifik)

BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan bentang permukaan Mars yang dipenuhi pola menyerupai sarang lebah.

Temuan tersebut diperoleh rover Curiosity saat mulai mendaki lembah Mars yang dijuluki Valle Grande. Pola tersebut sebenarnya merupakan fitur geologi berbentuk banyak sisi atau poligon yang terbentuk pada permukaan batuan. 

NASA menyebut jumlah pola poligonal yang ditemukan di lokasi tersebut menjadi salah satu yang terbesar yang pernah diamati Curiosity. Sebelumnya, rover memang sudah beberapa kali menemukan area kecil dengan bentuk serupa.

Namun, tidak pernah dalam skala sebesar yang terlihat di Valle Grande.

Dalam panorama 360 derajat yang diambil Curiosity pada 19 dan 20 Juni 2026, pola tersebut terlihat menyebar sejauh jangkauan pandangan rover. Struktur itu bahkan tampak mengelilingi sisi sebuah bukit kecil yang diberi nama Miraflores, dengan ketinggian sekitar 6 meter dan bagian atasnya tertutup lapisan pasir. 

Bukan Sarang Lebah Sungguhan

Meski bentuknya menyerupai sarang lebah, struktur tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas biologis. NASA menyebutnya sebagai polygonal fractures, yakni retakan atau pola geologi berbentuk poligon yang muncul pada permukaan Mars.

Ukuran setiap pola yang ditemukan Curiosity berkisar antara 1,5 hingga 3 inci atau sekitar 4 hingga 8 sentimeter. Bentuk geometris tersebut menjadi perhatian ilmuwan karena proses pembentukannya belum sepenuhnya dipahami.

Para ilmuwan menduga terdapat beberapa kemungkinan mekanisme yang dapat menghasilkan pola seperti ini. Salah satunya adalah proses yang berkaitan dengan perubahan suhu. Siklus pemanasan dan pendinginan dapat menyebabkan material permukaan mengalami perubahan dan membentuk retakan.

Kemungkinan lainnya berkaitan dengan proses sedimentasi. Pada masa lalu, sedimen yang mengandung air dapat mengalami tekanan ketika tertimbun. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air terdorong keluar dari sedimen dan meninggalkan pola retakan tertentu.

Menariknya, beberapa pola poligonal yang sebelumnya ditemukan Curiosity memang diketahui terbentuk dari retakan lumpur. Namun, NASA menegaskan bahwa pola yang baru ditemukan ini masih perlu diteliti lebih lanjut untuk mengetahui proses pembentukannya secara pasti.

Petunjuk tentang Mars di Masa Lalu

Temuan tersebut juga menarik karena Curiosity telah menghabiskan bertahun-tahun mempelajari sejarah lingkungan Mars. Rover ini mendarat di Mars pada 5 Agustus 2012 dan sejak itu telah mengumpulkan berbagai data mengenai batuan, tanah, serta kondisi lingkungan planet tersebut. 

Curiosity sebelumnya menemukan bukti bahwa Mars pada masa lampau pernah memiliki lingkungan yang lebih basah. Di wilayah sekitar kaki Gunung Sharp, misalnya, terdapat bukti keberadaan danau serta aliran air miliaran tahun lalu.

NASA juga menemukan molekul berbasis karbon di Mars yang diyakini dapat menjadi prekursor bagi RNA dan DNA. Namun, para ilmuwan belum dapat memastikan apakah molekul organik tersebut terbentuk melalui proses biologis atau geologis.

Karena itu, pola “sarang lebah” yang baru ditemukan bukan sekadar bentuk permukaan yang unik. Struktur tersebut berpotensi membantu ilmuwan memahami bagaimana lingkungan Mars berubah dari masa lalu hingga kondisi planet yang terlihat sekarang.

Untuk saat ini, Curiosity masih melanjutkan perjalanan dan penelitian di wilayah tersebut. Analisis terhadap bentuk, komposisi, serta karakteristik kimia pola poligonal diharapkan dapat memberikan petunjuk baru mengenai sejarah geologi Mars.

Sumber: NASA

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |