Netanyahu Tolak Rencana Damai AS, Tegaskan tidak Ada Negara Palestina

2 days ago 9
Netanyahu Tolak Rencana Damai AS, Tegaskan tidak Ada Negara Palestina Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menyatakan penolakannya terhadap rencana perdamaian terbaru untuk Jalur Gaza, Palestina, yang didukung oleh Amerika Serikat. Netanyahu menegaskan bahwa Israel menuntut pelucutan senjata secara penuh oleh Hamas sebelum ada penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.

Pernyataan itu muncul lebih dari sepekan setelah Donald Trump mengumumkan terobosan dalam negosiasi melalui Board of Peace (BoP) miliknya, yang mengeluarkan 15 poin rencana untuk mengamankan perdamaian abadi di wilayah tersebut.

"Saya ingin presisi di sini: Israel menolak dokumen 15 poin tersebut," ujar Netanyahu dalam komentar pertamanya yang secara langsung menanggapi rencana tersebut. Ia menambahkan bahwa militer Israel tidak akan menarik diri sama sekali sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan serta warga Israel.

Sikap Keras terhadap Negara Palestina

Netanyahu juga mempertegas posisinya mengenai kedaulatan Palestina. “Selama saya menjadi perdana menteri, tidak ada negara Palestina yang akan didirikan, tidak di Gaza dan tidak di Tepi Barat," tegasnya.

Saat ini, Netanyahu sedang mendiskusikan rencana tersebut dengan pihak Amerika Serikat. Ia mengakui ada beberapa ide yang dapat diterima, tetapi banyak pula yang tidak. Ia menekankan kemampuan Israel untuk mempertahankan posisinya bahkan di hadapan sekutu terdekatnya sekalipun demi keamanan nasional.

Koalisi sayap kanan Netanyahu saat ini menghadapi tekanan politik menjelang pemilihan umum pada akhir Oktober. Posisi mereka tertinggal dalam jajak pendapat. Sang perdana menteri harus menyeimbangkan tekanan dari AS dengan tuntutan menteri-menteri garis keras di kabinetnya, seperti Menteri Keuangan Bezalel Smotrich yang menyatakan bahwa IDF tidak boleh mundur satu milimeter pun dari Jalur Gaza.

Respons Hamas dan Tekanan Internasional

Di sisi lain, Hamas menyatakan tetap berkomitmen pada peta jalan yang disusun oleh Dewan Perdamaian Trump. Bassem Naim, anggota biro politik Hamas, mendesak para mediator dan penjamin dari Amerika Serikat untuk menekan Netanyahu agar mematuhi kesepakatan tersebut.

Hamas menegaskan hanya akan menjalankan kesepakatan jika Israel menghentikan serangan di Gaza dan menarik pasukannya kembali ke garis kuning sesuai perjanjian gencatan senjata Oktober lalu.

Penolakan Netanyahu terhadap inisiatif Trump itu diprediksi akan memperkeruh hubungan keduanya. Meskipun Trump sebelumnya dikenal sebagai pendukung kuat Netanyahu, gesekan mulai muncul terkait serangan Israel di Libanon dan penerimaan enggan pemerintah Israel terhadap gencatan senjata dengan Iran pada April lalu. (CNN/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |