Wasit asal Somalia Omar Artan(AFP/KENZO TRIBOUILLARD )
WASIT asal Somalia, Omar Artan, bersiap mencetak sejarah dalam dunia sepak bola internasional. Ia secara resmi ditunjuk untuk memimpin pertandingan bergengsi Piala Super Eropa 2026, sebuah pencapaian yang menandai babak baru dalam kariernya setelah sempat mengalami kekecewaan besar di level dunia.
Penunjukan Artan diumumkan oleh UEFA melalui laman resmi mereka, Senin (10/8). Langkah ini merupakan bagian dari implementasi kesepakatan kerja sama strategis antara UEFA dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang ditandatangani tahun ini.
Kolaborasi tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan antarbenua, termasuk dalam hal pertukaran dan penunjukan perangkat pertandingan di turnamen mayor.
Sejarah di Salzburg
Artan dijadwalkan memimpin duel sengit antara juara Liga Champions, Paris Saint-Germain (PSG), melawan kampiun Liga Europa, Aston Villa. Pertandingan tersebut akan digelar di Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8). Dengan tugas ini, pria berusia 34 tahun tersebut resmi menjadi wasit non-Eropa pertama yang memimpin laga Piala Super Eropa.
Presiden CAF, Patrice Motsepe, menyambut hangat kabar ini. Ia menilai penunjukan Artan bukan sekadar prestasi individu, melainkan pengakuan bagi kualitas pengadil lapangan dari tanah Afrika.
"Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi para wasit Afrika," ujar Motsepe dalam pernyataan resmi yang dirilis UEFA.
Bangkit dari Kekecewaan Piala Dunia
Pencapaian ini terasa sangat emosional bagi Artan. Sebelumnya, ia sempat terpilih sebagai salah satu wasit untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS). Namun, impiannya bertugas di turnamen sepak bola terbesar sejagat itu kandas setelah ia dilarang memasuki wilayah AS oleh Customs and Border Protection, meskipun telah mengantongi visa yang sah.
Penolakan tersebut diduga terkait dengan kebijakan imigrasi ketat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, yang memberlakukan larangan perjalanan bagi warga dari 12 negara, termasuk Somalia.
Pejabat pemerintah AS saat itu sempat menyebut adanya dugaan keterkaitan dengan organisasi tertentu, sebuah tuduhan yang menjadi pukulan berat bagi karier profesional Artan.
"Itu adalah periode yang sangat sulit. Banyak orang bersimpati kepada saya karena ketika seseorang telah bekerja selama bertahun-tahun dan seharusnya melakukan sesuatu, tetapi kemudian tidak bisa melakukannya, itu sangat menantang," kenang Artan saat berbicara kepada UEFA.
Profil dan Inspirasi
Artan bukanlah sosok baru di jajaran wasit elite. Masuk dalam daftar wasit internasional FIFA sejak 2018, ia merupakan wasit Somalia pertama yang bertugas di Piala Afrika (AFCON) pada 2024.
Di level klub, ia juga mencatatkan diri sebagai wasit Somalia pertama yang memimpin final Liga Champions CAF, hingga akhirnya dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF.
Kini, dengan tanggung jawab memimpin laga PSG yang dilatih Luis Enrique melawan Aston Villa, Artan ingin perjalanannya menjadi inspirasi bagi generasi muda di Afrika dan seluruh dunia.
"Saya percaya bila saya bisa sukses, siapa pun juga bisa. Jangan pernah berhenti bermimpi," pungkasnya. (Ant/Z-1)

















































