Pembangunan Gerai KKMP di Kota Tasikmalaya Tersandung Syarat Lahan 1.000 Meter

2 weeks ago 3
Pembangunan Gerai KKMP di Kota Tasikmalaya Tersandung Syarat Lahan 1.000 Meter Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Zaenal Mutaqien(MI/KRISTIADI)

KOPERASI Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sudah terbentuk di 69 kelurahan. Namun, dari jumlah itu, baru 15 koperasi yang memiliki gerai.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Zaenal Mutaqien mengungkapkan pembangunan gerai koperasi masih tersendat lantaran terbentur syarat luas lahan yang sulit dipenuhi di wilayah perkotaan.

Laju pembentukan koperasi di wilayahnya, paparnya, sudah berjalan bik, terbukti dengan sudah terbentuknya 69 koperasi. Sayangnya, yang sudah memiliki gerai baru 15 koperasi.

"Pembangunan gerai koperasi terbentur syarat harus berdiri di atas lahan 1.000 meter. Luasan ini sulit dipenuhi di perkotaan," tambahnya.

Dia menambahkan dari 15 gerai kopersi, 11 di antaranya telah selesai dibangun. Sementara 4 lainnya masih dalam proses.

Di perkotaan, lanjut dia, pembangunan gerai sulit dilakukan karena keterbatasan aset milik pemerintah. Berbeda dengan di desa yang bisa menggunakan tanah kas desa yang biasanya memiliki luas memadai.

"Ketentuan tersebut menjadi tembok tinggi bagi wilayah perkotaan, karena lahan yang serba terbatas. Pemerintah Kota Tasikmalaya telah mengusulkan kepada Kementerian Koperasi agar ada relaksasi kebijakan. Kami berharap bangunan milik pemerintah yang ada dapat dimanfaatkan sebagai gerai koperasi, tanpa harus membangun gedung baru sesuai  prototipe nasional," katanya.

Dia mengungkapkan aset bekas kantor penyuluh pertanian, penyuluh keluarga berencana, maupun bangunan pemerintah lainnya sebenarnya layak digunakan sebagai gerai koperasi.

Usulan Pemkot Tasikmalaya kabarnya mulai mendapat respons positif dari Kementerian Koperasi. Pemerintah pusat dikabarkan akan mengevaluasi ketentuan penggunaan aset agar lebih fleksibel bagi daerah perkotaan.

"Kami mengusulkan agar bangunan yang sudah ada bisa dimanfaatkan dan tidak harus mengikuti prototipe yang ditentukan. Yang penting fungsi gerai, kantor, gudang, dan layanan lainnya tetap terpenuhi," pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |