Polisi Selidiki Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik The Sounds Project Ancol

3 hours ago 1
Polisi Selidiki Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik The Sounds Project Ancol Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.(Dok. Antara)

KEPOLISIAN tengah mendalami video viral yang memuat dugaan penistaan agama pada kegiatan festival musik "The Sounds Project" di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Peristiwa tersebut diduga terjadi di lokasi acara pada Minggu (9/8) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pihak kepolisian melalui Polsek Pademangan telah bergerak cepat untuk memproses kasus tersebut. Koordinasi telah dilakukan dengan pihak penyelenggara acara (event organizer/EO) serta pemilik stan (booth) di lokasi guna mendukung kelancaran proses hukum.

"Penyidik menjadwalkan pemanggilan klarifikasi terhadap pihak EO serta pemandu acara (master of ceremony/MC) pada Selasa," ujar Budi di Jakarta, Selasa (11/8).

Budi menambahkan, pihak kepolisian akan melengkapi administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan status hukum dari dugaan kasus tersebut. Selain itu, kepolisian juga memfasilitasi dan membuka ruang bagi masyarakat yang ingin membuat laporan resmi terkait peristiwa ini.

Kronologi Video Viral

Dugaan penistaan agama ini mencuat setelah beredar sebuah video viral di media sosial X melalui akun @Jakartatalk. Dalam video tersebut, terlihat sebuah merek minuman mengadakan acara tantangan (challenge) terhadap salah satu pengunjung.

Dalam aksi tantangan tersebut, pengunjung yang bersangkutan membacakan salah satu ayat dari kitab suci Al-Quran, yang kemudian memicu reaksi negatif dari warganet karena dianggap tidak pada tempatnya.

Klarifikasi Penyelenggara

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak penyelenggara The Sounds Project melalui akun resminya telah menyampaikan permohonan maaf. Mereka menegaskan bahwa tantangan tersebut dilakukan di luar arahan atau persetujuan pihak penyelenggara.

"Kami tidak pernah dan tidak akan pernah menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulis pihak penyelenggara dalam pernyataan resminya. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |