Polisi Tangkap 9 Remaja Diduga Terlibat Video Viral Geng Motor Bersenjata di Indramayu

2 weeks ago 4
Polisi Tangkap 9 Remaja Diduga Terlibat Video Viral Geng Motor Bersenjata di Indramayu Tim URC Polres Indramayu berhasil amankan sembilan anak diduga anggota geng motor(MI/Nurul Hidayah)

UNIT Reaksi Cepat (URC) Polres Indramayu mengamankan sembilan remaja. Diduga mereka terlibat dalam insiden yang viral di media sosial

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun publik dibuat resah dengan beredarnya video viral di sosial media berupa aksi sekelompok remaja bermotor yang membawa senjata tajam. Aksi tersebut terjadi di sekitaran Bunderan Perahu, Jalan Nasional, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, pada Sabtu (25/7) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. 

Tim URC yang telah dibentuk bergerak dan hasilnya  sebanyak sembilan remaja laki-laki berhasil diamankan pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno membenarkan penangkapan tersebut.

“Kesembilan remaja itu diduga memiliki keterkaitan dengan video viral geng motor yang meresahkan masyarakat. Saat ini keseluruhannya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polres Indramayu," tutur Tarno, Selasa (28/7). 

Penangkapan, lanjut Tarno, dilakukan pada Senin (27/7) di sejumlah titik lokasi di wilayah Kecamatan Balongan. Dari tangan para terduga pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa enam unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan tindak kejahatan tersebut.

“Berdasarkan hasil pendataan awal, sebagian besar dari sembilan remaja yang diamankan tersebut masih berstatus sebagai pelajar dengan rentang usia antara 14 hingga 17 tahun,” tutur Tarno.

Dari hasil pemeriksaan sementara di Mapolres Indramayu, para remaja tersebut mengakui keberadaan mereka di lokasi kejadian. Mereka berdalih awalnya berniat menuju salah satu pusat kuliner di Kota Indramayu. Namun, situasi berubah ketika kelompok mereka bersitegang dan terlibat aksi saling lempar batu dengan kelompok remaja lainnya.

Merasa tidak terima, salah seorang dari rombongan tersebut kemudian mengajak rekan-rekannya pulang untuk mengambil senjata tajam jenis samurai serta sejumlah botol kaca, sebelum akhirnya kembali mendatangi lokasi kejadian di lokasi Bunderan Perahu.

Setibanya di lokasi, kedua kelompok sempat bersiap untuk tawuran. Beruntung, insiden bentrokan fisik berskala besar berhasil dicegah setelah munculnya kendaraan melintas yang membuat panik rombongan tersebut hingga akhirnya membubarkan diri.

“Dari pengakuan para pelaku, seusai insiden itu mereka sempat berkeliling kota sambil membawa senjata tajam sebelum membuangnya saat menyadari aparat kepolisian mulai melakukan pengejaran dan patroli,” tutur Tarno. 

Selanjutnya Tarno mengimbau kepada seluruh orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah, terutama pada jam-jam rawan malam hari.

"Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terlibat kenakalan remaja maupun kejahatan jalanan. Kami mengajak seluruh orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak-anaknya," ungkap Tarno. 

Kepada masyarakat juga diminta untuk tidak ragu berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan dengan segera melapor apabila mendapati aktivitas mencurigakan yang mengarah pada aksi geng motor atau potensi gangguan kamtibmas lainnya.

"Apabila masyarakat melihat atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan Call Center Polri 110 atau kantor kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti," tutur Tarno. (UL)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |