Pasca-gempa magnitudo 7,4 yang menewaskan lebih dari 100 orang, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyerukan persatuan nasional dan penanganan darurat.(Media Sosial X)
PRESIDEN Kolombia Abelardo de la Espriella menyerukan "persatuan bangsa yang tak tergoyahkan" setelah gempa bumi mematikan memicu kerusakan meluas di berbagai wilayah negaranya.
Melalui unggahan di media sosial X, De la Espriella menegaskan negara "tidak akan menyerah atau ragu" dalam menghadapi "kesulitan yang saat ini menimpa rakyat kita". Ia menyatakan pemerintah tengah menangani para korban dan merekonstruksi wilayah terdampak dengan "ketetapan hati, dedikasi penuh, dan komitmen mutlak".
"Saya akan berada di garda terdepan dalam keadaan darurat nasional ini, bepergian tanpa lelah ke seluruh negeri untuk mengambil keputusan cepat yang melindungi nyawa setiap warga negara," ujar De la Espriella. "Seruan saya hari ini adalah untuk persatuan bangsa yang tak tergoyahkan. Mari kita dampingi para korban dan keluarga yang menderita cobaan ini dengan keagungan dan solidaritas yang menentukan karakter patriotik kita."
Dukungan juga disampaikan Wakil Presiden Kolombia, José Manuel Restrepo Abondano. Ia menegaskan pemerintah "bekerja tanpa lelah" untuk "berdiri bersama setiap komunitas yang dilanda tragedi ini". Restrepo turut menyampaikan apresiasi atas respons internasional.
"Kami tidak akan beristirahat sampai bantuan itu mencapai setiap keluarga yang membutuhkannya dan berkontribusi pada pemulihan wilayah yang terdampak," kata Restrepo. "Hari ini dunia mengulurkan tangan kepada #Colombia."
Dampak guncangan dirasakan langsung oleh wisatawan asing, salah satunya Daisy Noble asal London yang sedang berada di Medellin.
"Saya menyadari seluruh bangunan bergoyang ke depan dan ke belakang seolah-olah kami berada di atas kapal, perasaan yang sangat membingungkan dan mengkhawatirkan," tuturnya kepada BBC.
"Untungnya, bangunan hotel modern kami tidak mengalami kerusakan, tetapi banyak orang yang bekerja di hotel kami memberi tahu bahwa bangunan mereka telah dievakuasi dan ada kerusakan di comunas kota, di mana bangunannya tidak berkonstruksi kuat."
Menurut analisis US Geological Survey (USGS), gempa bermagnitudo 7,4 ini menyebabkan 1,5 juta orang merasakan guncangan "sangat kuat" yang cukup parah hingga merusak bangunan tanpa tulangan. Gempa berpusat di "kedalaman menengah" sekitar 100 km di dalam lempeng dasar laut tua yang menunjam ke bawah benua Amerika Selatan.
Meski gempa kedalaman menengah umumnya kurang berbahaya dibandingkan gempa dangkal dengan magnitudo serupa, USGS mencatat karakteristik patahan tersebut melepaskan energi pada frekuensi yang merusak bangunan. (BBC/Z-2)

















































