Ilustrasi(magnific)
DI balik kecanggihan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), terdapat detail-detail teknis yang mungkin terlewatkan oleh mata awam. Salah satunya adalah perangkat laptop yang digunakan para astronaut. Meski sekilas tampak seperti laptop komersial biasa, perangkat ini ternyata telah melalui serangkaian modifikasi khusus agar relevan dengan kebutuhan ekstrem di orbit bumi.
Baru-baru ini, informasi mengenai modifikasi unik tersebut kembali mencuat setelah seorang engineer, George Roush, membagikan detail dan foto perangkat tersebut. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah penghapusan port modem lawas yang kemudian digantikan oleh konektor listrik khusus yang dikenal sebagai “cannon plug”.
Mengapa Port Modem Dibuang?
Pada era 1990-an, port modem adalah komponen standar pada laptop untuk menghubungkan perangkat ke jaringan internet melalui kabel telepon. Namun, di ISS, infrastruktur komunikasi sangat berbeda. Laptop tidak memerlukan jaringan telepon terestrial, sehingga keberadaan port modem menjadi ruang kosong yang tidak berguna.
Alih-alih membiarkannya tidak terpakai, NASA memilih untuk memodifikasi ruang tersebut menjadi jalur sumber daya listrik. Langkah ini membuktikan bahwa perangkat komersial (COTS - Commercial Off-The-Shelf) dapat diandalkan untuk misi luar angkasa asalkan disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang spesifik.
Evolusi Laptop di ISS
| Awal ISS (1990-an) | IBM ThinkPad 755C, 760ED, 760XD | Penggantian port modem dengan cannon plug untuk daya. |
| Modern (2026) | HP ZBook G9 Mobile Workstation | Peningkatan performa untuk sistem antarmuka dan pemantauan. |
Efisiensi: Satu Charger untuk Semua
Modifikasi cannon plug bukan sekadar soal estetika atau pengisian daya biasa. Di luar angkasa, setiap gram bobot dan setiap sentimeter ruang sangatlah berharga. Membawa berbagai jenis pengisi daya (charger) untuk model laptop yang berbeda akan membebani logistik misi.
Dengan menstandardisasi konektor daya melalui cannon plug, NASA memastikan bahwa:
- Astronaut tidak perlu membawa banyak jenis charger yang berbeda.
- Risiko kerusakan pada sistem pengisian daya dapat diminimalisir.
- Sistem daya ISS (ISS Plug-In Plan) dapat mendukung kebutuhan operasional harian secara seragam.
Bukan Sekadar Alat Ketik
Laptop di ISS memiliki peran yang jauh lebih krusial dibandingkan laptop di Bumi. Berdasarkan penjelasan dari badan antariksa Jepang (JAXA) dan NASA, komputer portabel ini berfungsi sebagai bagian dari sistem antarmuka untuk membantu pengoperasian stasiun, pemantauan sistem kendaraan, hingga mendukung berbagai eksperimen ilmiah.
Meskipun teknologi terus berkembang pesat, prinsip efisiensi yang diterapkan pada era 1990-an tetap menjadi fondasi utama. Hingga tahun 2026 ini, NASA terus memperbarui perangkat kerasnya, termasuk penggunaan workstation HP generasi terbaru, namun tetap dengan semangat adaptasi yang sama: teknologi harus tepat guna, bukan sekadar canggih.
Kisah sederhana tentang penggantian port modem ini menjadi pengingat penting bahwa inovasi di luar angkasa sering kali lahir dari keputusan praktis untuk menghilangkan apa yang tidak perlu dan memaksimalkan apa yang tersedia. (Telset/Z-1)

















































