Ripal Wahyudi (kiri), saat masih memperkuat Semen Padang FC, berebut bola dengan pesepak bola PSBS Biak Eduardo B pada laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin (9/3/2026).(ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
GELANDANG bertahan anyar Dewa United Banten FC, Ripal Wahyudi, menunjukkan komitmen tinggi menjelang bergulirnya musim baru. Pemain berusia 25 tahun tersebut menegaskan tidak akan main-main dalam setiap kesempatan yang diberikan oleh tim pelatih.
Ripal menyatakan bahwa dirinya akan menganggap setiap pertandingan yang dilakoni bersama Dewa United layaknya sebuah partai final. Motivasi ini muncul dari keinginan kuatnya untuk selalu memberikan kontribusi maksimal bagi klub barunya tersebut.
"Untuk target pribadi, setiap kali saya diberikan kesempatan bermain, saya akan selalu menganggapnya seperti pertandingan final. Saya akan berusaha memberikan penampilan terbaik dan membantu tim mendapatkan poin di setiap pertandingan," tegas Ripal sebagaimana dikutip dari laman resmi liga, Senin (10/8).
Rekrutan Kelima Dewa United
Kedatangan Ripal Wahyudi melengkapi aktivitas transfer Dewa United yang cukup agresif dalam menatap musim depan. Ripal tercatat sebagai rekrutan kelima tim setelah manajemen mendatangkan satu pemain lokal lainnya dan tiga penggawa asing.
Sebelum Ripal, Dewa United telah mengamankan tanda tangan Muhammad Riyandi. Kiper tim nasional tersebut didatangkan setelah empat tahun membela Persis Solo, yang pada musim lalu harus menerima kenyataan degradasi ke kasta kedua.
Selain kekuatan lokal, Dewa United juga memperkuat komposisi tim dengan tiga pemain asing baru, yakni:
- Denilson Junior (Brasil)
- Carlos Iury (Brasil)
- Ko Myeong-seok (Korea Selatan)
Misi Bangkit Setelah Musim Sulit
Bagi Ripal, kepindahan ke Dewa United merupakan momentum untuk memperbaiki catatan profesionalnya. Pada musim lalu, ia merupakan pilar penting di lini tengah Semen Padang dengan catatan 30 penampilan dan sumbangan satu gol.
Namun, performa individu yang konsisten tersebut gagal menyelamatkan Kabau Sirah dari jerat degradasi. Pengalaman pahit musim lalu itulah yang kini menjadi bahan bakar bagi Ripal untuk membawa dampak positif bagi Dewa United.
"Harapannya, musim ini bisa menjadi perjalanan yang lebih baik, baik untuk saya secara pribadi maupun untuk Dewa United sebagai sebuah tim," pungkas gelandang pengangkut air tersebut.
Langkah strategis Dewa United dalam bursa transfer kali ini diharapkan mampu mendongkrak posisi tim di papan kompetisi dan menjadikan mereka salah satu penantang serius dalam perebutan gelar juara. (Ant/Z-1)

















































