Rusia Hantam Kyiv dan Zaporizhzhia dengan Rudal Balistik, Korban Berjatuhan

13 hours ago 3
Rusia Hantam Kyiv dan Zaporizhzhia dengan Rudal Balistik, Korban Berjatuhan Serangan rudal balistik Rusia mengguncang Kyiv dan Zaporizhzhia, melukai puluhan warga. Presiden Zelensky sebut Rusia siap kerahkan pasukan Korea Utara.(Media Sosial X)

IBU kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah Zaporizhzhia kembali menjadi sasaran serangan rudal balistik Rusia pada Selasa dini hari waktu setempat. Rentetan ledakan keras mengguncang sejumlah titik dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta luka-luka.

Di Kyiv, sejumlah ledakan terdengar tak lama setelah sirine tanda bahaya udara meraung menjelang tengah malam. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi kota tersebut berada di bawah serangan rudal balistik. Petugas layanan darurat segera dikerahkan ke Distrik Shevchenkivsky, di mana otoritas kota melaporkan sedikitnya satu orang terluka.

Sementara itu di wilayah tenggara, Kepala Administrasi Militer Regional Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melaporkan serangan rudal Rusia menghantam kawasan industri dan infrastruktur publik. Serangan tersebut mengakibatkan setidaknya sembilan orang luka-luka serta merusak kompleks garasi dan bangunan tempat tinggal warga.

"Rusia menyerang fasilitas industri dan infrastruktur. Koperasi garasi dan bangunan kediaman mengalami kerusakan," ungkap Fedorov melalui saluran resminya di Telegram.

Sebelum gelombang serangan ini terjadi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahaya baru yang mengancam negerinya. Zelensky menyebut Rusia sedang bersiap mengerahkan lebih banyak pasukan Korea Utara ke medan perang. Selain itu, Moskow dilaporkan telah menerima pasokan rudal balistik baru dari Pyongyang.

Dalam beberapa pekan terakhir, Moskow memang terus meningkatkan intensitas serangan rudal balistiknya. Jenis rudal ini hanya dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara tertentu, seperti sistem Patriot buatan Amerika Serikat.

Di sisi lain, kelangkaan amunisi rudal pencegat PAC-3 kini kian memperburuk kondisi pertahanan udara Ukraina, terutama sejak eskalasi konflik di Timur Tengah meletus pada Februari lalu. Di tengah gempuran rudal Rusia tersebut, Ukraina juga terus meningkatkan serangan balasan terhadap kota-kota di dalam wilayah Rusia yang jauh dari garis perbatasan. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |