Siaga Darurat, BPBD Tasikmalaya Pasok Air 341 Ribu kepada 6.905 KK di 19 Kecamatan

22 hours ago 1
Siaga Darurat, BPBD Tasikmalaya Pasok Air 341 Ribu kepada 6.905 KK  di 19 Kecamatan Warga harus rela antre mengisi air bersih yang dipasok BPBD dilakukan di Desa Sukapancar, Kecamatan Sukaresik karena yang terdampak 600 KK atau 1200 jiwa.(Dok BPBD Tasikmalaya)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pasok air bersih tercatat 341.000 liter diperuntukkan bagi 6.905 Kepala Keluarga (KK) atau 33.291 jiwa tersebar di 19 Kecamatan. Pendistribusian air, karena bencana El Nino semakin seluas dipicu perubahan iklim hingga area pemukiman di dataran tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengatakan, bencana El Nino yang terjadi di wilayahnya semakin meluas dan permintaan air setiap hari selalu ada. Namun, Pasokan air bersih terus dilakukan kepada masyarakat hingga tercatat 6.905 Kepala Keluarga (KK) atau 33.291 jiwa tersebar di 19 Kecamatan.

"Siaga darurat bencana yang ditetapkan hingga September 2026, BPBD, TNI, Polri, Perumda Tirta Sukapura, Arta Galunggung, Dinsos, PMI, Paguyuban Tionghoa, plastik dolar pasok air bersih kepada 6.905 Kepala Keluarga (KK) atau 33.291 jiwa. Krisis air dilakukan disebabkan, karena perubahan iklim, dataran tinggi, tidak ada program SPAM, Pamsimas dan embung," ujar, Roni AKS, Senin (10/8/2026).

Menurut Roni, bencana el nino yang terjadi telah membuat banyak warga di pelosok pedesaan mengalami krisis air bersih dan mereka kesulitan untuk masak, minum, mandi, cuci pakaian, kakus dan lainnya. Namun, petugas terus berupaya memasok air ke berbagai wilayah sesuai permintaan dan upaya itu dilakukan sesuai surat serta yang lainnya bertahap.

"Bencana El Nino membuat kondisi kering semakin meluas hingga warga mengalami krisis air bersih tersebar di 19 Kecamatan. BPBD bersama instansi lainnya berupaya melayani masyarakat, dan pengiriman air sebelum penetapan siaga darurat bencana hingga sekarang berjumlah 341.000 liter dengan 6.905 KK terdampak," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Fraksi NasDem, Kabupaten Tasikmalaya, Haris Somantri mengatakan, musim kemarau di wilayahnya semakin meluas dan berbagai upaya telah dilakukan BPBD, TNI, Polri, Perumda Tirta Sukapura, PPM,  FKPPI dan Dinsos. Akan tetapi, krisis air yang terjadi supaya pemerintah daerah segera membuat program jangka panjang bagi masyarakat.

"Kami mendorong agar pemerintah daerah membuat program SPAM, Pamsimas, embung agar pada musim kemarau tidak kesulitan air bersih bagi mereka. Namun, upaya yang dilakukan BPBD Tasikmalaya memberikan langkah cepat meringankan beban rakyat meski semuanya harus sesuai permohonan air karena ada retribusinya," pungkasnya.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |