Mentan Andi Amran Sulaiman.(MI/Lina Herlina)
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sudah menandatangani Surat Keputusan (SK) Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta memastikan serapan telur dan daging ayam ke program Makan Bergizi Gratis (MBG), bahkan sebelum aksi unjuk rasa peternak sempat meluas.
Menanggapi ancaman demo besar-besaran, Amran menegaskan komitmennya berpihak pada peternak kecil dengan menyatakan perang terhadap mafia pakan dan koruptor di sektor peternakan. "Sebelum demo, kami sudah dahului tanda tangan SK-nya," tegasnya.
Amran juga memastikan bahwa dirinya telah mengeluarkan tiga kebijakan strategis bersifat antisipatif, bahkan sebelum aksi protes para peternak digelar secara besar-besaran.
"Sebenarnya yang diminta itu kami sudah tangani. Saya sudah telepon dan tanda tangan. Kemarin kan demonya mau besar-besaran, tapi sebelum demo, kami sudah dahului tanda tangan SK-nya," ujar Amran usai menghadiri Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Hasanuddin (Unhas) di JK Arenatorium (GOR Unhas), Selasa (11/8).
Adapun tiga terobosan yang telah resmi diteken dan diinstruksikan tersebut yaitu:
1. Penyerapan Telur dan Daging oleh Program MBG.
Amran mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap hasil peternakan lokal.
"Yang diminta adalah MBG agar menyerap telur ayam dan daging ayam. Kami sudah tertulis resmi dan telepon langsung ke kepala MBG. Sudah setuju," tegasnya.
Bahkan, Amran menjanjikan peningkatan frekuensi penyerapan. "Kalau dulu makan satu kali, kalau harganya turun (kita serap) tiga kali. Sekarang harganya sudah mulai naik," tambahnya.
2. Penyaluran Pakan Murah (SPHP) dari Bulog.
Untuk mengatasi akar masalah mahalnya biaya produksi, Amran memerintahkan Perum Bulog menyalurkan jagung pakan bersubsidi melalui program SPHP hingga akhir tahun.
"Kami sudah putuskan, kami sudah tanda tangan. SPHP itu adalah pakan yang murah disubsidi pemerintah kepada peternak kecil dan disalurkan oleh Bulog," jelasnya.
Distribusi pakan murah ini dipastikan aman hingga Desember mendatang.
3. Sikat Mafia Pakan dan Koruptor.
Amran menyatakan tidak akan tinggal diam jika peternak kecil terus dipermainkan. Ia berencana menggelar rapat nasional di Surabaya siang ini, yang akan melibatkan seluruh produsen pakan, tim MBG, Satgas Pangan, dan perwakilan peternak se-Indonesia.
"Tidak boleh biarkan peternak kecil dipermainkan oleh mafia, apalagi koruptor. Pasti kami gilas. Kami diangkat jadi menteri untuk berpihak pada rakyat, bukan untuk basa-basi, bukan untuk pencitraan saja," seru Amran dengan nada keras.
Mentan menegaskan bahwa pemerintah saat ini berada di garda terdepan membela peternak rakyat. Langkah cepat ini pun mendapat respons positif dari Asosiasi Peternak Indonesia.
"Saya langsung telepon Ketua Asosiasi Peternak Indonesia waktu itu. Mereka mengangkat jempol dan mengucapkan terima kasih pada pemerintah," pungkas Amran, seraya memastikan bahwa keluhan soal harga pakan yang meroket akan segera teratasi dengan adanya subsidi dan jaminan serapan ini. (LN/E-4)

















































