Ilustrasi.(MI)
MENINGKATNYA minat masyarakat untuk membangun merek perawatan kulit (brand skincare) dan kosmetik sendiri mendorong pertumbuhan industri maklon di Indonesia. Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami cara ide produk dapat berkembang menjadi produk kosmetik legal yang siap dipasarkan. Menjawab kebutuhan edukasi tersebut, Global Laboratory membagikan tahapan pengembangan produk maklon, mulai dari konsultasi konsep hingga memperoleh izin edar BPOM dan diproduksi secara massal.
Pertumbuhan industri kecantikan nasional dalam beberapa tahun terakhir telah melahirkan banyak brand lokal baru. Sayangnya, tidak semua pemilik merek memiliki fasilitas produksi, laboratorium riset, maupun pemahaman mengenai regulasi yang berlaku di industri kosmetik. Layanan maklon menjadi solusi yang memungkinkan pelaku usaha fokus membangun strategi pemasaran, sementara proses pengembangan produk ditangani oleh perusahaan manufaktur berpengalaman.
Melinda W, Regulatory Global Laboratory, menjelaskan bahwa menciptakan produk kosmetik tidak sesederhana menentukan nama merek dan desain kemasan. Ada serangkaian tahapan terstruktur untuk memastikan produk aman dan memenuhi ketentuan regulasi.
"Banyak orang melihat produk yang sudah jadi di rak penjualan, tetapi tidak mengetahui proses panjang di baliknya. Mulai dari penyusunan konsep, formulasi, pengujian, legalitas, hingga produksi massal, semuanya harus dilakukan sesuai standar industri," ujar Melinda.
Tahapan Pengembangan Produk
Proses dimulai dengan konsultasi dan penentuan konsep produk. Pada fase ini, tim berdiskusi dengan klien mengenai target pasar, jenis produk, positioning merek, hingga manfaat utama yang ingin ditawarkan kepada konsumen.
Setelah konsep disepakati, proses berlanjut ke tahap riset dan pengembangan formula (research & development/R&D). Tim formulator merancang komposisi bahan yang sesuai dengan tren pasar dan karakteristik konsumen. Tahapan ini melibatkan berbagai uji formulasi untuk memastikan performa produk sesuai tujuan.
Selanjutnya, formula akan melalui evaluasi kualitas dan pengujian stabilitas. Pengujian ini bertujuan memastikan warna, aroma, tekstur, serta karakteristik produk tetap terjaga selama masa simpan dan distribusi.
Pentingnya Legalitas: Setelah formula layak, proses masuk ke tahap pengurusan izin edar BPOM. Dokumentasi formula, spesifikasi bahan baku, dan data produksi menjadi syarat mutlak sebelum produk dipasarkan secara legal.
"Legalitas memberikan perlindungan bagi konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap brand. Kami mendampingi klien dalam seluruh proses administrasi yang diperlukan," tambah Melinda.
Produksi Massal dan Distribusi
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, produk memasuki tahap produksi massal di fasilitas manufaktur dengan standar operasional ketat dan pengawasan quality control pada setiap tahapan. Tahap terakhir ialah pengemasan dan distribusi, yakni pemilihan desain serta material kemasan menjadi perhatian penting untuk identitas merek.
Global Laboratory menilai pemahaman terhadap tahapan maklon sangat penting bagi pelaku usaha yang ingin membangun bisnis berkelanjutan. Dengan proses yang tepat, produk tidak hanya memenuhi standar keamanan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar yang kompetitif.
Melalui pendekatan end-to-end, Global Laboratory berkomitmen membantu brand lokal menghadirkan produk yang aman, inovatif, dan berstandar industri, mulai dari tahap ide hingga siap dipasarkan secara luas. (I-2)

















































