Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(Dok. Pemprov DKI Jakarta)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah rekayasa cuaca berupa hujan buatan untuk menekan tingkat polusi udara di Ibu Kota. Upaya ini diambil menyusul kondisi Jakarta yang sudah cukup lama tidak diguyur hujan alami.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa pelaksanaan hujan buatan ini sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Rekayasa cuaca baru bisa dilakukan apabila terdapat keberadaan awan yang memenuhi syarat teknis untuk disemai.
“Kami sedang menyiapkan hujan buatan, mudah-mudahan awannya ada. Begitu awannya ada kami segera membuat hujan buatan untuk Jakarta dan sekitarnya,” ujar Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (11/8).
Pramono meyakini bahwa guyuran hujan buatan efektif untuk membersihkan udara dari konsentrasi polutan yang menyelimuti Jakarta. Menurutnya, minimnya curah hujan menjadi salah satu faktor utama memburuknya kualitas udara yang kini dikeluhkan masyarakat.
Ia mengungkapkan, keluhan mengenai kondisi udara yang kering dan berpolusi bahkan muncul saat perhelatan pertandingan persahabatan antara Chelsea melawan AC Milan di Jakarta baru-baru ini. Hal tersebut mempertegas urgensi intervensi cuaca di wilayah Ibu Kota.
“Sehingga dengan demikian saya meyakini ini akan mengurangi polusi,” tegasnya.
Langkah rekayasa cuaca ini dipandang sebagai solusi jangka pendek yang paling memungkinkan saat kondisi alam tidak mendukung terjadinya hujan secara natural. Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau pergerakan awan agar hujan buatan dapat segera dieksekusi. (Z-10)

















































