Presiden AS Donald Trump(Mandel NGAN / AFP)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara pribadi melontarkan gagasan untuk mengakhiri konflik militer dengan Iran, bahkan tanpa memerlukan kesepakatan nuklir formal.
Harian Wall Street Journal (WSJ) melansir laporan tersebut pada Senin (10/8), mengutip pernyataan sejumlah pejabat tinggi AS. Selama beberapa pekan terakhir, Trump disebut tengah mempersiapkan skenario untuk mendeklarasikan kemenangan atas Iran apabila Teheran bersedia membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz secara penuh.
Kepada para penasihat seniornya, Trump menyatakan kesiapannya untuk menyetujui penghentian perang meski tanpa pakta nuklir baru. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa AS pada dasarnya telah memenuhi seluruh target operasional militernya di Iran.
Saat ini, fokus utama Washington telah bergeser pada upaya menjamin kelancaran arus pasokan energi global di Selat Hormuz. Kendati demikian, AS menegaskan tetap menyiagakan opsi serangan militer lanjutan jika Iran masih terus menggangu perlintasan kapal-kapal dagang di wilayah tersebut.
Dalam sejumlah pertemuan terbatas, Trump mengeklaim keyakinannya bahwa Teheran tidak akan melanjutkan ambisi pengembangan senjata nuklir selama masa pemerintahannya. Keyakinan tersebut didasari atas aksi militer AS yang telah menghancurkan tiga fasilitas utama nuklir Iran pada 2025.
Trump menilai ancaman serangan balasan AS sudah cukup menjadi faktor penggentar (deterrent) bagi Iran. Para pejabat Gedung Putih mengisyaratkan bahwa Washington berpeluang memperpanjang masa gencatan senjata hingga batas waktu yang tidak ditentukan, selama program nuklir Iran berada dalam kendali pengawasan.
Sebagai kompensasi, Trump berjanji akan mencabut blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran jika Selat Hormuz dibuka total. Langkah ini sejalan dengan pernyataan Trump sebelumnya yang mengaku telah membatalkan gelombang serangan lanjutan demi memberi ruang bagi tercapainya perdamaian.
Sementara itu dari pihak Teheran, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan teknis dengan Oman mengenai batas dan rincian geografis rute pelayaran di Selat Hormuz.
Kesepakatan bilateral antara Iran dan Oman tersebut diharapkan dapat menjadi jalur perlintasan aman bagi kapal-kapal komersial yang mengarungi perairan Teluk Persia.
(Ant/P-4)

















































