Trump Sebut Politisi Muslim "Jihadis", Tudingan Baru Serang Partai Demokrat

13 hours ago 3
Trump Sebut Politisi Muslim Donald Trump memicu kontroversi dengan menyebut kandidat Demokrat sebagai "jihadis". Simak respons tajam kandidat Muslim Abdul El-Sayed.(White House)

MENJELANG pemilihan umum sela yang tersisa tiga bulan lagi, Donald Trump kembali melancarkan serangan retoris bernuansa provokatif. Eks Presiden Amerika Serikat tersebut kini menggunakan istilah "jihadis" untuk menyerang para politisi dari Partai Demokrat.

Tudingan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di Oval Office. Tanpa menyertakan bukti maupun menyebut nama secara spesifik, ia mengklaim bahwa kelompok radikal tengah memenangi pemilu di berbagai wilayah.

"Satu hal yang pasti, kita mendapati kaum jihadis terpilih di mana-mana," ujar Trump. Ia menambahkan, "Kita menghadapi hal ini, baik itu komunisme maupun jihadisme."

Selama ini, Trump kerap melabeli politisi Demokrat dan kelompok sosialis demokrat sebagai "komunis" untuk menggambarkan rival politiknya sebagai kelompok ekstremis. Namun, penggunaan sebutan "jihadis" menandai eskalasi serangan verbal baru yang kian tajam.

Trump mengakui bahwa istilah tersebut muncul setelah seorang kerabat menyarankannya untuk memakai kata "jihadis" guna menggambarkan peta politik saat ini. Sebagai contoh, Trump menyoroti kandidat yang berasal dari negara-negara seperti Somalia. Pernyataan ini disinyalir mengarah pada Anggota DPR AS asal Minnesota, Ilhan Omar, warga keturunan Somalia yang kerap menjadi sasaran kritik tajam Trump.

Tak hanya Omar, Trump juga mengincar kandidat Senat Demokrat asal Michigan, Abdul El-Sayed. Dalam sebuah acara kampanye di Las Vegas, Trump menuding El-Sayed sebagai "pembenci Yahudi dan Israel" tanpa menyertakan bukti. Trump bahkan membagikan unggahan di media sosial yang membandingkan fotonya bersama Melania dengan foto El-Sayed dan istrinya yang berhijab, diiringi narasi "Dua Amerika yang Sangat Berbeda."

Menanggapi sindiran tersebut dalam wawancara di CNN State of the Union, El-Sayed menyetujui bahwa foto tersebut memang memperlihatkan dua pandangan yang bertolak belakang tentang Amerika.

"Ya, dia benar. Yang satu dipimpin oleh dua orang yang tidak saling menyukai tetapi bersatu demi mengeruk miliaran dolar dari Anda. Sementara yang satu lagi adalah dua orang yang saling mencintai, menikmati sarapan bersama, dan ingin membangun Amerika di mana mereka bisa membesarkan keluarga dengan baik," tegas El-Sayed. "Jadi, ya, Anda mendapatkan dua visi Amerika yang berbeda."

Serangan bermotif agama dan asal-usul ini tidak hanya dilakukan oleh Trump. Sejumlah tokoh Partai Republik juga mulai secara konsisten menyebut nama lengkap kandidat Muslim tersebut, yaitu Abdulrahman Mohamed El-Sayed, usai ia memenangi nominasi Partai Demokrat. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |