Warga di Alun-Alun Kendal Dapat Ayam Petelor Gratis

22 hours ago 1
Warga di Alun-Alun Kendal Dapat Ayam Petelor Gratis Warga Kendal mendapatkan ayam petelor secara cuma-cuma.(MI/Supardji Rasban)

PARA peternak ayam petelor dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah, melakukan aksi demo di Alun-Alun Kendal, Senin (10/8). Mereka memprotes harga jual telor yang anjlok. Yang menarik, dalam aksi demo ini, sebanyak 15.000 ekor ayam petelur milik para peternak dibagikan ke warga.

Selain harga telor yang jeblok, juga diperparah oleh biaya pakan ternak yang melambung tinggi, sehingga peternak merugi dan kesulitan menutupi biaya operasional pemeliharaan.

Para peserta aksi demo datang dengan menggunakan mobil-mobil pikup yang mengangkut ribuan ekor ayam, kemudian berjejer di sekitar Alun-alun dan di depan kantor Bupati Kendal. Tak ayal, belasan ribu ekor ayam yang dilepas/bagikan ke warga menimbulkan kericuan lantaran wargaa berebut.

Dalam aksi unjuk rasa itu, para peternak ayam petelor menyampaian sejumlah tuntutan. Yakni, turunkan harga pakan, naikkan harga telur, hapus monopoli impor bahan baku, cukupi kebutuhan jagung dengan harga HAP, serta dibentuknya kementerian peternakan.

Salah seorang peternak ayam petelor yang datang dari Boyolali dan iku demo di Kendal,  Subakir, menuturkan dia dengan sejumlah peternak lainnya dari Boyolali dan wilayah lainnya yakni Sukoharjo membawa  12.000 ekor ayam yang dilepas/bagikan ke warga.

Subakir meminta pemerintah pusat bisa mendengarkan penderitaan peternak yang saat ini tidak mampu lagi untuk memberi makan ternak mereka. “Kami memang harus melakukan pengurangan, dan sebetulnya kami juga tak tega dengan berbagi seperti ini, cara seperti ini. Tapi inilah bentuk aksi kami, biar didengarkan sampai Presiden,” jelas Subakir.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari yang hadir di tengah pendemo berjanji akan meneruskan aspirasi ke pemerintah pusat agar dicarikan solusi bagi para peternak. Dyah juga berjanji akan menyampaikan tuntutan peternak ke pemerintah pusat

“Kami mendukung sepenuhnya  untuk menyampaikan pada pemerintah, sehingga  para peternak  tidak  selalu merugi karena  harga pakan dan  harga  telur selama ini  tidak seimbang,” ujar Dyah Kartika. (JI/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |