Pebasket Washington Wizards Anthony Davis(AFP/STEPHEN GOSLING / NBAE / Getty Images)
WASHINGTON Wizards dan Anthony Davis secara resmi bersepakat untuk menunda pembahasan perpanjangan kontrak hingga awal musim reguler NBA 2026-2027. Langkah strategis ini diambil agar kedua belah pihak memiliki waktu yang cukup untuk mengevaluasi kondisi tim, performa individu pemain, serta arah kerja sama jangka panjang mereka.
Melansir laman resmi NBA pada Jumat (7/8), keputusan untuk menunda negosiasi ini merupakan kesepakatan bersama, meskipun Davis sebenarnya sudah memenuhi syarat secara administratif untuk menandatangani kontrak baru saat ini. Namun, baik manajemen Wizards maupun pihak pemain memilih untuk bersikap hati-hati sebelum berkomitmen pada nilai kontrak yang besar.
Masa Evaluasi 20 Pertandingan
Berdasarkan laporan dalam program NBA Today, kedua pihak sepakat untuk menjadikan 20 pertandingan pertama di musim reguler mendatang sebagai parameter utama evaluasi. Periode ini dinilai krusial bagi Wizards untuk memantau kondisi kesehatan dan kontribusi nyata Davis di lapangan setelah ia kembali dari cedera.
Di sisi lain, Anthony Davis yang kini menginjak usia 33 tahun, juga ingin melihat sejauh mana perkembangan Wizards dalam membangun kembali kekuatan tim (rebuilding). Davis bergabung dengan klub ibu kota Amerika Serikat tersebut melalui skema pertukaran pemain (trade) pada Februari 2026, namun kontribusinya masih tergolong terbatas akibat kendala fisik.
| Pemain | Anthony Davis |
| Tim | Washington Wizards |
| Usia Pemain | 33 Tahun |
| Waktu Bergabung | Februari 2026 (via Trade) |
| Target Evaluasi | 20 Pertandingan Awal Musim 2026-2027 |
| Status Kontrak | Pembahasan Ditunda |
Prospek Kerja Sama Jangka Panjang
Pihak liga menyebutkan bahwa manajemen klub dan Davis tetap membuka peluang lebar bagi tercapainya kesepakatan baru. Syarat utamanya adalah performa tim menunjukkan tren positif dan kondisi fisik sang forward berada dalam level kompetitif sesuai harapan setelah musim reguler berjalan.
Keputusan akhir mengenai masa depan Davis di Washington diperkirakan baru akan dibahas kembali setelah kedua pihak memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai prospek kerja sama mereka di masa depan. (Ant/Z-1)

















































