Wisata Sekitar Bromo Tetap Aman Dikunjungi meski Akses TNBTS Ditutup

2 days ago 11
Wisata Sekitar Bromo Tetap Aman Dikunjungi meski Akses TNBTS Ditutup Destinasi wisata jembatan kaca Bromo yang sudah dibuka beberapa waktu lalu.(Diskominfo Kabupaten Probolinggo)

Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) memastikan bahwa sejumlah destinasi wisata yang berada di sekitar kawasan Gunung Bromo masih dalam kondisi aman untuk dikunjungi oleh wisatawan. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul penutupan akses masuk ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menjelaskan bahwa meskipun empat pintu masuk resmi menuju kawasan inti Gunung Bromo telah ditutup sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB, objek wisata di luar zona terdampak api masih beroperasi secara normal.

Destinasi Wisata yang Masih Terbuka untuk Umum

Berdasarkan pemantauan lapangan yang dilakukan oleh tim Disporapar, beberapa titik wisata strategis di wilayah Kabupaten Probolinggo dipastikan tidak terdampak oleh titik api. Destinasi tersebut antara lain:

  • Jembatan Kaca Bromo: Ikon wisata baru ini tetap aman dan dapat diakses oleh pengunjung.
  • Puncak Seruni Point: Lokasi yang populer untuk melihat matahari terbit ini masih berada dalam zona aman.
  • Terminal Wisata Seruni Point: Fasilitas pendukung di area ini tetap berfungsi normal untuk melayani wisatawan.

Heri Mulyadi menegaskan bahwa jarak antara titik api karhutla di kawasan TNBTS dengan lokasi-lokasi wisata tersebut masih tergolong cukup jauh. "Untuk beberapa destinasi wisata tersebut kondisi hari ini masih aman dan juga masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan," ujarnya di Probolinggo, Minggu (9/8/2026).

Pemantauan Intensif dan Potensi Pembatasan

Meski saat ini dinyatakan aman, Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak ingin lengah. Disporapar bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan situasi karhutla di lapangan. Keamanan, kenyamanan, dan ketenangan wisatawan menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan selanjutnya.

Heri menambahkan bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pembatasan kunjungan atau penutupan total jika situasi berubah secara signifikan. "Apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan juga akan ditutup apabila mengganggu keamanan," tegasnya.

Catatan untuk Wisatawan:

Wisatawan yang berencana berkunjung ke wilayah Probolinggo disarankan untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi pemerintah daerah atau media sosial Disporapar Kabupaten Probolinggo guna mengantisipasi perubahan status kunjungan akibat kondisi cuaca dan karhutla.

Langkah Antisipasi Karhutla

Langkah pembatasan yang disiapkan pemerintah merupakan bentuk antisipasi dini untuk melindungi masyarakat dan wisatawan dari potensi bahaya asap maupun rambatan api. Koordinasi lintas sektoral terus diperkuat untuk memastikan penanganan karhutla di kawasan TNBTS tidak meluas ke area pemukiman atau fasilitas publik lainnya. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |